News
Fatayat NU Soroti Kondisi Anak & Kelompok Rentan di Pengungsian Banjir Aceh
3 hari yang lalu
Fatayat NU melakukan kunjungan sosial ke korban banjir dan longsor di Pidie Jaya dan Bireuen. Mereka menyoroti kondisi anak dan kelompok rentan yang masih memprihatinkan meskipun sudah 40 hari sejak bencana terjadi.
Ketua Umum PP Fatayat NU, Hj Margaret Aliyatul Maimunah, menyatakan bahwa kondisi Aceh masih darurat di beberapa titik. Ia menekankan pentingnya perlindungan terhadap anak-anak, lansia, dan perempuan, serta kebutuhan akan bantuan logistik dan psikososial.
Kondisi Pengungsian
- 3.038 desa di 18 kabupaten dan kota di Aceh terdampak banjir
- Kebutuhan layanan kesehatan, air bersih, dan makanan sehat masih tinggi
- Hunian sementara yang layak dan hunian tetap perlu segera dibangun
Bantuan yang Diberikan
- Paket perlengkapan ibadah lengkap (mukena, sejadah, kain sarung, dan buku Iqra)
- Pakaian dan makanan snack sehat
- Bantuan logistik dan psikososial untuk pemulihan korban
Fatayat NU mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus peduli dan membantu pemulihan korban banjir di Aceh. Mereka juga akan terus menggalang donasi dan menyalurkan bantuan logistik hingga beberapa waktu ke depan.
Lokasi Pengungsian yang Dikunjungi
- Gampong Meunasah Mancang, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya
- Desa Teupin Raya, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen
Kehadiran negara dan semua elemen masyarakat sangat memengaruhi penanganan situasi korban. Musibah ini bukan hanya ujian bagi penyintas, tetapi juga bagi semua orang untuk menguji nilai solidaritas kemanusiaan dan empati.
Fatayat NU berharap Aceh segera pulih dan bangkit kembali setelah bencana banjir ini. Mereka juga mengunjungi pesantren terdampak banjir, Dayah Ummul Ayman 3, yang terletak di Meunasah Bie, Pidie Jaya.
Dengan bantuan dan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan korban banjir dapat segera pulih dan kembali beraktivitas seperti biasa. Kebutuhan akan bantuan logistik dan psikososial masih terus dibutuhkan untuk memastikan pemulihan yang optimal bagi korban banjir di Aceh.
