News
Longsoran Tanah di Aceh Tengah Membesar, BPBD Pantau Berkala
1 hari yang lalu
Longsoran tanah di Kampung Bah, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, terus membesar sejak pertama kali terdeteksi pada awal tahun 2000-an. Fenomena ini semakin mengkhawatirkan karena luasannya kini mencapai lebih dari 27 ribu meter persegi dan semakin mendekati jalan lintas vital.
BPBD Aceh Tengah terus memantau perkembangan longsoran tanah ini secara berkala. Berdasarkan data dari Dinas ESDM Aceh, pergerakan tanah terus meningkat setiap tahunnya. Longsoran tanah ini dikategorikan sebagai zona tinggi rawan pergerakan tanah, sehingga memerlukan penanganan struktural dan non-struktural segera dan berkelanjutan.
Faktor Penyebab Longsoran Tanah
- Struktur tanah yang tidak stabil: Tanah di lokasi longsoran tersusun dari material hasil letusan gunung api yang mudah tererosi, bersifat mudah jenuh air, dan mudah bergerak.
- Curah hujan tinggi: Daerah pegunungan dengan curah hujan tinggi membuat tanah sangat mudah tererosi, memperluas skala longsoran tanah.
- Lereng dan kemiringan tanah yang curam: Lereng yang curam mendekati sudut 90 derajat membuat tanah sangat mudah tererosi.
- Retakan lama: Retakan lama menjadi jalur masuk air baru, mempercepat pergerakan tanah saat hujan.
- Beban dinamis dan statis: Lalu lintas utama di jalan Blang-Mancung Simpang Balik dan aktivitas warga di perkebunan memberikan tekanan pada tanah yang tidak stabil.
- Aktivitas gempa bumi: Getaran dari gempa bumi dapat mengganggu kestabilan lereng di lokasi longsoran tanah.
Upaya Penanganan
BPBD Aceh Tengah telah memasang rambu peringatan rawan longsor, garis pembatas, dan pengaman di sekitar lokasi longsoran tanah untuk mengurangi risiko kecelakaan. Mereka juga terus berkoordinasi dengan Dinas PUPR, Dinas ESDM, dan OPD pemerintah lainnya untuk langkah jitu relokasi trase jalan Simpang Baling-Blang Mancung, serta keberadaan power sutet dan perkebunan masyarakat di sekitar lokasi tersebut.
Masyarakat yang tinggal berjarak lebih kurang satu kilometer dari titik longsoran belum direncanakan untuk relokasi. BPBD Aceh Tengah menunggu hasil kajian terbaru untuk menentukan langkah selanjutnya.
