Fenomena masyarakat Aceh yang memulai puasa Ramadan dengan mengikuti keputusan rukyat, tetapi menentukan Idul Fitri dengan hisab, kembali mencuat. Perbedaan ini bukan hanya soal teknis penetapan awal dan akhir bulan, tetapi juga menyangkut etika beragama dan harmoni sosial di tengah masyarakat.
Ulama Aceh, Tgk Dr Bukhari MH CM, menekankan pentingnya konsistensi dalam metode penentuan awal dan akhir Ramadan. Menurutnya, perpindahan dari satu metode ke metode lain tanpa dasar ilmiah yang jelas dapat menimbulkan masalah metodologis dan dikategorikan sebagai bentuk talfiq yang tidak terarah.
Pentingnya Konsistensi dalam Beragama
-
Rukyat dan Hisab: Kedua metode memiliki dasar syar’i dan rasional. Rukyat berpijak pada hadis Nabi Muhammad SAW tentang melihat hilal, sementara hisab didukung oleh perkembangan ilmu falak yang dinilai semakin akurat.
-
Konsistensi Hukum: Dalam kaidah ushul fikih, seseorang yang sejak awal telah memilih satu metode dalam ibadah kolektif seharusnya berkomitmen dengan metode tersebut hingga akhir.
-
Dimensi Sosial: Penetapan awal Ramadan dan Idul Fitri bukan hanya berkaitan dengan ibadah individual, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang sangat kuat karena menyangkut kebersamaan umat dalam menjalankan syiar agama.
Etika Beragama dan Harmoni Sosial
-
Prinsip Maslahah: Dalam hukum Islam, dikenal prinsip maslahah, yakni pertimbangan kemaslahatan umum. Menjaga kesatuan umat menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menyikapi perbedaan metode.
-
Perbedaan sebagai Kekayaan Intelektual: Perbedaan pendapat dalam Islam dianggap sebagai bagian dari kekayaan intelektual umat. Yang harus dihindari bukanlah adanya perbedaan itu sendiri, tetapi konflik yang muncul akibat ketidakmampuan mengelolanya secara arif.
-
Konsistensi untuk Harmoni Sosial: Tgk Dr Bukhari menyarankan bahwa jika sejak awal seseorang memilih mengikuti keputusan kolektif, maka idealnya penentuan akhir Ramadan juga diakhiri dengan pendekatan yang sama demi menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua Berita: Siswa Sukma Bangsa Latih Tanggap Gempa, Siapkan Tas Siaga di Lhokseumawe
tsunami yang berfungsi saat itu. Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mencatat sebanyak 173.741 korban jiwa dan ratusan ribu lainnya
Warga Nagan Raya Waspada Hujan Petir, Satu Korban Meninggal
Waspadai potensi hujan dari sore hingga malam hari yang disertai angin kencang dan petir. Yoga Almaruf, Prakirawan BMKG Nagan Raya
Warga Bireuen Khawatir Tenang, Bupati Minta Tambah Pekerja Jembatan Kutablang
Hal itu disampaikan Bupati Bireuen H Mukhlis ST, Rabu (29/4/2026) saat meninjau langsung progres terhadap pembangunan proyek itu
Tiga Pengasuh Daycare Banda Aceh Ditangani, Dugaan Kekerasan Balita
Ketiga tersangka masing-masing DS (24), RY (25), dan NS (24). DS lebih dahulu ditetapkan sebagai tersangka, sebelum penyidikan berkembang


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.