News
FJPI Aceh Salurkan Donasi Tahap Keempat untuk Penyintas Banjir di Sawang
2 hari yang lalu
Banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh pada 26 November 2025 meninggalkan dampak serius bagi warga. Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Provinsi Aceh terus berupaya membantu penyintas melalui penggalangan dan penyaluran donasi.
FJPI Aceh dijadwalkan menyalurkan donasi tahap keempat pada Sabtu, 17 Januari 2026 di Desa Paya Rebo Lhok, Kecamatan Sawang, Aceh Utara. Bantuan ini mencakup logistik, pemeriksaan kesehatan bagi lansia, dan layanan psikososial untuk anak-anak.
Kondisi Penyintas
- Warga masih tinggal di tenda darurat di halaman rumah yang hanyut.
- Sumber penghidupan terganggu, banyak warga berusaha bertahan dengan berdagang atau menjadi buruh kupas pinang.
- Trauma pascabencana masih membayangi warga setiap kali hujan turun.
Dampak Bencana
- 18 kabupaten/kota di Aceh terdampak, menyebabkan kehilangan anggota keluarga, rumah, harta benda, kebun, ternak, hingga tempat usaha.
- Akses jalan dan jembatan belum pulih, sekolah dan rumah ibadah belum berfungsi optimal.
- Pemulihan menyeluruh dari hulu ke hilir sangat dibutuhkan.
Keterlibatan FJPI Aceh
- Donasi terus dibuka hingga kondisi masyarakat benar-benar pulih.
- Jurnalis perempuan Aceh juga terdampak banjir, namun tetap meliput dan membantu penyintas.
- Kerja sama dengan tenaga kesehatan untuk pemeriksaan kesehatan dan layanan psikososial.
FJPI Aceh mengajak masyarakat untuk terus berkontribusi membantu penyintas banjir dan longsor di Aceh. Pemulihan pascabencana membutuhkan dukungan bersama untuk mengembalikan kehidupan warga ke kondisi normal.
"Terima kasih kepada FJPI Pusat dan orang-orang baik dari Papua hingga Aceh. Kami masih membuka donasi karena penyintas masih sangat membutuhkan dukungan bersama," kata Saniah, Ketua FJPI Aceh.
"Seharusnya hujan membawa rahmat, tapi bagi mereka justru memunculkan kecemasan. Pemulihan menyeluruh dari hulu ke hilir sangat dibutuhkan," ujar Indah, Ketua Divisi Pelatihan FJPI Aceh.
"Saat banjir terjadi, saya dan keluarga harus mengungsi ke rumah tetangga karena air sudah setinggi hampir dada orang dewasa," kata Eva Basaria, reporter RRI Aceh Singkil.
"Masih ada wilayah terisolasi, akses jalan belum pulih, sekolah dan rumah ibadah belum berfungsi optimal," kata Indah.
