News
Warga Sawang Aceh Utara Alami Penyakit Kulit dan ISPA Pasca Banjir
02 Januari 2026 19:52
Satu bulan setelah banjir melanda wilayah Aceh Utara pada akhir November 2025, dampaknya masih dirasakan secara nyata oleh masyarakat, khususnya pada aspek kesehatan. Hal ini terlihat dalam kegiatan pelayanan kesehatan terpadu yang dilaksanakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh (FK Unimal) di Desa Glee Dagang, Kecamatan Sawang, pada 26 Desember 2025.
Melalui layanan mobile clinic, tim medis FK Unimal mencatat bahwa penyakit kulit dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi dua masalah kesehatan yang paling dominan dikeluhkan warga.
Kondisi Kesehatan Warga Pasca Banjir
- Penyakit Kulit: Banyak warga mengeluhkan gatal-gatal, ruam, iritasi, dermatitis, hingga infeksi kulit yang dipicu oleh paparan air banjir yang tercemar lumpur, sampah, dan mikroorganisme patogen.
- ISPA: Sebagian besar pasien datang dengan keluhan batuk berkepanjangan, pilek, nyeri tenggorokan, demam ringan, hingga sesak napas ringan yang merupakan gejala umum ISPA.
Faktor Penyebab
- Lingkungan Pasca Banjir: Lingkungan yang masih lembap, perubahan cuaca yang cukup ekstrem, serta kualitas udara yang menurun.
- Penurunan Daya Tahan Tubuh: Kelelahan fisik dan tekanan psikologis selama masa bencana meningkatkan kerentanan masyarakat terhadap infeksi saluran pernapasan.
- Sanitasi yang Belum Pulih: Keterbatasan air bersih dan kebiasaan terpaksa beraktivitas di lingkungan basah dan lembap memperburuk kondisi kesehatan kulit masyarakat.
Upaya Penanganan dan Edukasi
- Pelayanan Kesehatan: Warga mendapatkan pemeriksaan medis, pengobatan sesuai indikasi klinis, serta penjelasan langsung mengenai cara mencegah kekambuhan penyakit.
- Edukasi Kesehatan: Untuk ISPA, warga diedukasi tentang pentingnya menjaga daya tahan tubuh, mengenali gejala awal yang perlu diwaspadai, serta menghindari paparan udara dingin dan lembap secara berlebihan. Sementara untuk penyakit kulit, edukasi difokuskan pada kebersihan diri, perawatan kulit pascabanjir, serta langkah-langkah sederhana untuk mencegah infeksi lanjutan.
Kegiatan pelayanan kesehatan di Desa Glee Dagang ini dilaksanakan oleh tim kolaboratif yang terdiri dari dosen, mahasiswa, dokter muda, dan dokter alumni Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh, bekerja bersama tenaga kesehatan setempat. Kehadiran tim FK Unimal turut membantu memperkuat kapasitas layanan kesehatan primer di wilayah Sawang yang masih menghadapi peningkatan kebutuhan layanan pascabencana.
