Timeline Aceh
ajnn.net
ajnn.net

Banjir Aceh Singkil: Pelanggaran Sempadan Sungai PT Socfindo Dibiarkan Bertahun-Tahun

02 Januari 2026 20:14

Banjir yang terus berulang melanda Kabupaten Aceh Singkil dinilai tidak bisa lagi semata-mata disalahkan pada faktor cuaca atau tingginya curah hujan. Ketua Forum Mahasiswa Peduli Kebijakan Aceh Singkil (FMPK-AS) M. Yunus menilai, terdapat persoalan lama yang dibiarkan berlarut-larut, salah satunya dugaan pelanggaran kawasan sempadan sungai oleh PT Socfindo yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

M. Yunus mengatakan kerusakan sempadan sungai akibat aktivitas perkebunan kelapa sawit telah menghilangkan fungsi alami sungai sebagai penyangga ekosistem dan ruang luapan air. Ia menilai, pembiaran terhadap pelanggaran sempadan sungai dalam jangka panjang menjadi salah satu penyebab utama banjir yang terus berulang di Aceh Singkil.

Dampak Pelanggaran Sempadan Sungai

  • Alih fungsi sempadan sungai menjadi kebun sawit menyebabkan alur sungai menyempit dan mengalami pendangkalan.
  • Air tidak lagi tertahan dan langsung meluap ke permukiman warga saat hujan deras turun.
  • Kerugian tidak hanya dialami oleh sungai, tetapi juga oleh masyarakat yang setiap tahun harus menanggung dampak banjir.

Desakan FMPK-AS

  • Menertibkan aktivitas PT Socfindo di kawasan sempadan sungai.
  • Melakukan audit lingkungan secara terbuka dan independen.
  • Menegakkan hukum tanpa pandang bulu dan mewajibkan pemulihan sempadan sungai sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan.

FMPK-AS juga menyoroti lemahnya pengawasan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum terhadap dugaan pelanggaran tersebut. Menurut mereka, persoalan yang telah lama diketahui publik seolah tidak pernah dianggap serius.

Atas kondisi tersebut, FMPK-AS mendesak pemerintah dan aparat terkait untuk segera menertibkan aktivitas PT Socfindo di kawasan sempadan sungai, melakukan audit lingkungan secara terbuka dan independen, menegakkan hukum tanpa pandang bulu, serta mewajibkan pemulihan sempadan sungai sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan.

"Selama pelanggaran dilindungi dan kerusakan dibiarkan, banjir akan terus menjadi langganan. Rakyat tidak boleh terus dikorbankan," pungkas Yunus.

Banjir Aceh Singkil: Pelanggaran Sempadan Sungai PT Socfindo Dibiarkan Bertahun-Tahun
0123456789