News
Gajah Sumatra di Aceh Terancam Punah Akibat Banjir dan Mitigasi Buruk
02 Januari 2026 17:45
Banjir yang melanda Aceh tidak hanya mengancam kehidupan manusia, tetapi juga satwa liar, termasuk gajah Sumatra yang terancam punah. Forum Peusangan Elephant Conservation Initiative (FPECI) menilai negara gagal melindungi gajah di tengah bencana ini. Lemahnya mitigasi dan buruknya koordinasi antarlembaga dinilai memperparah risiko terhadap satwa lindung tersebut.
Ketua FPECI, Sri Wahyuni, menyatakan bahwa gajah ikut menjadi korban bencana banjir, bahkan ada yang mati akibat banjir di Gampong Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya. Selain itu, puluhan ekor gajah juga dilaporkan berada di kawasan perkebunan warga di kawasan Camp, Kecamatan Permata, Bener Meriah.
Dampak Banjir terhadap Gajah Sumatra
- Gajah ditemukan mati di Gampong Meunasah Lhok, Pidie Jaya, dan dikuburkan atau belum masih menjadi perdebatan.
- Puluhan ekor gajah berada di kawasan perkebunan warga di Bener Meriah, meningkatkan risiko konflik antara gajah dan manusia.
- Mitigasi yang buruk dan koordinasi antarlembaga yang kacau memperparah situasi.
Kritik terhadap Penanganan Bencana
- FPECI mengkritik penggunaan gajah dalam kegiatan pembersihan puing banjir di Pidie Jaya, yang mencerminkan absennya perspektif perlindungan satwa.
- Pemerintah dinilai tidak serius dalam melindungi satwa liar, terutama dalam situasi bencana.
- Sri Wahyuni menegaskan bahwa pemerintah harus turun langsung ke lapangan, bertemu warga, dan melakukan sosialisasi serta mitigasi ketika gajah masuk ke permukiman.
Desakan untuk Perbaikan
- FPECI mendesak Pemerintah Aceh untuk menjadikan banjir sebagai pelajaran serius dalam penegakan hukum lingkungan dan penyusunan aturan mitigasi satwa di situasi bencana.
- Di level internasional aturannya ada, dan Indonesia harus banyak berbenah untuk melindungi satwa liar, termasuk gajah Sumatra yang terancam punah.
Dengan meningkatnya risiko terhadap gajah Sumatra di Aceh, diperlukan tindakan segera dari pemerintah dan semua pihak untuk melindungi satwa liar dan mencegah kepunahan mereka.
