News
Gampong Suak Timah Raih Apresiasi Desa Budaya 2025 dari Kementerian Kebudayaan
08 Januari 2026 18:43
Gampong Suak Timah, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat, berhasil masuk lima besar penerima Apresiasi Desa Budaya 2025 yang diselenggarakan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan desa tersebut dalam menjaga, mengelola, dan memanfaatkan kebudayaan lokal secara berkelanjutan.
Gampong Suak Timah dinilai unggul karena konsistensinya melestarikan tradisi dan kearifan lokal, salah satunya melalui penyelenggaraan Festival Nipah, sebuah inisiatif budaya yang menghidupkan kembali tradisi masyarakat berbasis ekosistem rawa nipah yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan ekologis.
Keberhasilan Gampong Suak Timah
- Festival Nipah: Inisiatif budaya yang menghidupkan kembali tradisi masyarakat berbasis ekosistem rawa nipah.
- Konsistensi: Gampong Suak Timah dinilai unggul karena konsistensinya dalam melestarikan tradisi dan kearifan lokal.
- Penghargaan: Masuk lima besar penerima Apresiasi Desa Budaya 2025 dari Kementerian Kebudayaan RI.
Program Pemajuan Kebudayaan Desa (PKD)
- Tujuan: Memperkuat desa sebagai fondasi dan jantung kebudayaan nasional.
- Jangkauan: Program ini telah menjangkau lebih dari 500 desa sebagai bentuk pengakuan negara atas kerja panjang masyarakat desa dalam menjaga kebudayaan.
- Penilaian: Dilakukan secara komprehensif melalui tahapan temu kenali, pendalaman, dan aktivasi, dengan melibatkan dewan juri lintas disiplin.
Pernyataan Penting
- Keuchik Gampong Suak Timah, Afdhal Puteh: "Alhamdulillah kami sangat bersyukur. Ke depan kami akan bekerja lebih fokus dalam pembinaan dan pemanfaatan kebudayaan lokal agar tradisi dan adat istiadat tetap terjaga untuk generasi mendatang."
- Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon: "Budaya bukan sekadar simbol, tetapi kekuatan hidup yang menyatukan dan membangun karakter bangsa. Di tengah modernisasi, desa budaya menjadi benteng peradaban sekaligus ruang inovasi berbasis nilai lokal."
Puncak Acara
- Lokasi: Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.
- Waktu: Februari 2026.
- Kehadiran: Direncanakan akan dihadiri langsung oleh Menteri Kebudayaan.
Melalui program ini, Kementerian Kebudayaan berharap kebudayaan desa tidak hanya dipandang sebagai warisan masa lalu, tetapi sebagai modal hidup untuk memperkuat daya tahan masyarakat, membangun kemandirian, dan merawat keberagaman Indonesia dari desa.
