News
225 Destinasi Wisata Aceh Rusak Parah, Gayo Lues dan Aceh Tamiang Terparah
9 jam yang lalu
Bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh beberapa waktu lalu menyebabkan kerusakan parah pada 225 destinasi wisata. Data dari Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh menunjukkan bahwa Gayo Lues dan Aceh Tamiang menjadi wilayah dengan kerusakan terparah.
Dari total destinasi wisata yang terdampak, 198 mengalami kerusakan berat, sementara 18 rusak sedang dan 9 rusak ringan. Kerusakan ini tersebar di berbagai kabupaten/kota, dengan Gayo Lues mencatat 65 lokasi rusak berat dan Aceh Tamiang 42 lokasi. Selain sektor pariwisata, bencana ini juga berdampak pada 162 cagar budaya, dengan 56 rusak ringan, 90 rusak sedang, dan 16 rusak berat.
Dampak Bencana pada Pariwisata dan Cagar Budaya
- 225 destinasi wisata rusak: 198 rusak berat, 18 rusak sedang, dan 9 rusak ringan.
- Gayo Lues dan Aceh Tamiang terparah: Gayo Lues dengan 65 lokasi rusak berat dan Aceh Tamiang dengan 42 lokasi.
- 162 cagar budaya terdampak: 56 rusak ringan, 90 rusak sedang, dan 16 rusak berat.
- Pemulihan sedang disusun: Pemerintah daerah dan pusat bersama pihak terkait berupaya memulihkan sektor pariwisata dan pelestarian budaya.
Upaya Pemulihan
Pemerintah daerah bersama pemerintah pusat dan berbagai pihak terkait tengah menyusun langkah-langkah pemulihan. Penanganan darurat terus berjalan, dan selanjutnya akan difokuskan pada pemulihan yang berkelanjutan agar masyarakat bisa kembali beraktivitas secara normal. Optimisme pemulihan tetap tinggi meski kerusakan cukup parah.
Dampak Jangka Panjang
Kerusakan pada destinasi wisata dan cagar budaya dapat berdampak pada sektor pariwisata dan pelestarian budaya Aceh. Pemulihan yang berkelanjutan diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan wisatawan dan melestarikan warisan budaya Aceh.
Nilai Edukasi
Bencana ini mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di Aceh. Masyarakat diharapkan dapat lebih waspada dan siap menghadapi bencana serupa di masa depan. Pemerintah dan masyarakat perlu bekerja sama untuk memulihkan dan melindungi aset pariwisata dan budaya Aceh.
