News
Kritik GeRAK Aceh: Bupati Bireuen Abaikan Kebutuhan Huntara Korban Banjir
08 Januari 2026 13:42
Banjir besar yang melanda Bireuen akhir tahun lalu meninggalkan dampak yang masih dirasakan hingga kini. Banyak rumah warga yang retak, rusak berat, bahkan tidak layak huni. Kondisi ini memicu kritik dari Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh terhadap sikap Bupati Bireuen yang menolak usulan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban banjir.
Menurut Koordinator GeRAK Aceh, Askhalani, huntara sangat dibutuhkan menjelang Ramadan untuk menjamin kenyamanan beribadah warga. Ia menekankan bahwa kebutuhan huntara semakin mendesak karena banyak rumah warga yang masih berlumpur dan tidak layak huni.
Kritik Terhadap Kebijakan Bupati
- Kondisi Rumah Warga: Banyak rumah warga yang retak, rusak berat, dan tidak layak huni.
- Kebutuhan Huntara: Huntara dianggap sebagai solusi sementara yang mendesak untuk menjamin kenyamanan beribadah menjelang Ramadan.
- Pernyataan Bupati: Bupati Bireuen, Mukhlis, menyatakan bahwa kebutuhan utama masyarakat adalah hunian tetap (huntap), bukan huntara.
- Kritik GeRAK Aceh: GeRAK Aceh menilai kebijakan Bupati berisiko mengabaikan kondisi darurat yang masih dialami warga.
Dampak Terhadap Masyarakat
- Kenyamanan Beribadah: Huntara dianggap penting untuk menjamin kenyamanan beribadah warga menjelang Ramadan.
- Kondisi Darurat: Banyak rumah warga yang masih berlumpur dan tidak layak huni, memerlukan solusi cepat.
- Kebutuhan Mendesak: Huntara dianggap sebagai kebutuhan mendesak untuk menjamin rasa aman dan nyaman masyarakat dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Tanggapan Bupati Bireuen
- Pernyataan Bupati: Bupati Bireuen menyatakan bahwa kebutuhan utama masyarakat adalah hunian tetap (huntap), bukan huntara.
- Hasil Tinjauan: Pemerintah daerah telah meninjau langsung lokasi bencana bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
- Kebijakan Pemerintah: Kebijakan pemerintah daerah dianggap berisiko mengabaikan kondisi darurat yang masih dialami warga.
Kesimpulan
Kritik dari GeRAK Aceh terhadap sikap Bupati Bireuen menolak usulan pembangunan huntara bagi korban banjir menunjukkan adanya perbedaan pandangan mengenai kebutuhan mendesak masyarakat. Sementara Bupati berpendapat bahwa hunian tetap (huntap) adalah solusi utama, GeRAK Aceh menekankan pentingnya huntara untuk menjamin kenyamanan beribadah menjelang Ramadan dan kondisi darurat yang masih dialami warga.
