News
Gubernur Aceh Desak Solusi Pendanaan RS Regional Meulaboh Rp90 Miliar
3 jam yang lalu
Pembangunan Rumah Sakit Regional Meulaboh yang telah dimulai sejak 2017 menghadapi kendala pendanaan. Proyek yang telah menyerap Rp332 miliar dari uang publik ini membutuhkan Rp90 miliar di tahun 2026 untuk soft launching dan Rp150 miliar secara multiyears di 2027–2028 untuk penyelesaian penuh.
Putra Aceh Barat, Risman Rachman, mendesak Gubernur Aceh untuk menunjukkan komitmen dan merumuskan solusi pendanaan yang konkret. Ia menekankan bahwa yang dibutuhkan saat ini adalah kemauan politik, bukan alasan keterbatasan.
Desakan untuk Solusi Pendanaan
- Rp90 miliar diperlukan untuk soft launching RS Regional Meulaboh di tahun 2026.
- Rp150 miliar dibutuhkan secara multiyears di 2027–2028 untuk penyelesaian penuh.
- Risman Rachman mendesak Gubernur Aceh untuk turun tangan langsung dan tidak hanya menyerahkannya kepada tim anggaran.
- Ia menekankan perlunya rapat lintas pemangku kepentingan yang menghasilkan keputusan tertulis dan mengikat.
Kemauan Politik dan Akses ke Pemerintah Pusat
- Risman Rachman menyebut bahwa Gubernur Aceh memiliki akses langsung ke pemerintah pusat untuk membahas pendanaan.
- Ia mendorong Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) memastikan anggaran masuk dalam APBA Perubahan 2026.
- Risman menekankan bahwa upaya masih berputar di level daerah, padahal persoalan utama ada di pusat.
Harapan Masyarakat Barat Selatan Aceh
- Masyarakat barat selatan Aceh menagih komitmen lebih dari sekadar atensi.
- RS Regional Meulaboh dianggap sebagai proyek vital yang perlu segera diselesaikan.
- Risman Rachman mengingatkan bahwa kegagalan dalam menyelesaikan proyek ini bukan kegagalan teknis, melainkan kegagalan kepemimpinan.
