News
Sosiolog USK Minta Pemerintah Aceh Jangan Buru-buru Akhiri Masa Darurat
05 Januari 2026 14:57
Sosiolog sekaligus Guru Besar Universitas Syiah Kuala (USK), Prof Humam Hamid, meminta Gubernur serta Bupati/Wali Kota di Aceh agar berhati-hati dan tidak terburu-buru mengakhiri masa darurat bencana pascabencana hidrometeorologi akibat Siklon Senyar 25. Menurutnya, dampak kerusakan masih sangat besar, dengan lumpur tebal menutup permukiman warga, menghancurkan rumah, sawah, serta lahan pertanian di 18 kabupaten/kota di Aceh.
Dari total wilayah terdampak, tujuh kabupaten mengalami kondisi paling parah, yakni Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues. Prof Humam menekankan bahwa fase darurat bukan sekadar formalitas, melainkan fondasi krusial untuk pemulihan Aceh yang tangguh.
Dampak dan Kondisi Saat Ini
- Lumpur tebal menutup permukiman warga, menghancurkan rumah, sawah, dan lahan pertanian.
- 18 kabupaten/kota di Aceh terdampak, dengan 7 kabupaten dalam kondisi paling parah.
- Hampir seluruh mata pencaharian masyarakat terhenti di daerah-daerah terdampak.
Pentingnya Fase Darurat
- Pembersihan lumpur di jaringan infrastruktur jalan, kawasan permukiman, sentra produksi pedesaan, sekolah, rumah ibadah, fasilitas kesehatan, dan fasilitas umum lainnya harus diselesaikan.
- Pengungsi harus terdokumentasi secara lengkap, kerusakan diverifikasi secara faktual, dan mata pencaharian dasar masyarakat mulai dipulihkan.
- Pemerintah pusat dan daerah memiliki fleksibilitas keuangan untuk realokasi cepat dan prosedur administrasi yang disederhanakan.
Risiko dan Konsekuensi
- Memulai tahap rehabilitasi tanpa terpenuhinya indikator fase darurat akan melahirkan pemulihan semu.
- Risiko sosial-ekonomi meningkat dan penderitaan masyarakat memperpanjang.
- Program rehabilitasi dan rekonstruksi berisiko salah sasaran dan menyebabkan proyek-proyek strategis tertunda.
Prof Humam menekankan bahwa hanya dengan fondasi darurat yang tuntas, Aceh dapat pulih secara tangguh, ekonomi lokal kembali bergerak, dan wilayah siap menghadapi bencana berikutnya.
