News
Prajurit Kodam IM Aceh Gugur di Lebanon, Keluarga Ditinggal di Bireuen
2 jam yang lalu
Praka Farizal Rhomadhon, prajurit Batalyon Infanteri 113/Jaya Sakti di bawah Kodam Iskandar Muda (IM) Aceh, dinyatakan gugur dalam misi perdamaian di Lebanon. Ia menjadi korban serangan artileri di kawasan Adchit Al Qusayr, Lebanon Selatan, pada Ahad malam, 29 Maret 2026. Farizal, yang berusia 28 tahun, meninggalkan istri, Fafa Nur Azila, dan seorang anak, Shanaya Almahyra Elshanu, yang tinggal di Asrama Militer Yonif 113/Jaya Sakti, Kabupaten Bireuen.
Pemerintah Indonesia menyampaikan duka cita mendalam dan mengecam keras insiden tersebut. Kementerian Luar Negeri Indonesia menyerukan penyelidikan menyeluruh dan transparan, serta memastikan repatriasi jenazah Farizal segera dilakukan. Indonesia juga menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan personel pemelihara perdamaian PBB harus dihormati sepenuhnya sesuai dengan hukum internasional.
Dampak dan Respons
- Satu prajurit gugur, satu luka berat, dan dua luka ringan dari serangan yang menargetkan pos pasukan penjaga perdamaian PBB.
- Indonesia berkoordinasi dengan PBB untuk memantau perkembangan situasi dan memastikan keamanan personel TNI.
- Seruan untuk menghentikan serangan yang membahayakan warga sipil dan infrastruktur di Lebanon.
Konteks Misi
- Farizal adalah bagian dari Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S UNIFIL, yang bertugas menjaga stabilitas di Lebanon Selatan.
- Insiden ini terjadi di tengah eskalasi ketegangan antara militer Israel dan kelompok bersenjata di Lebanon.
- Indonesia menekankan pentingnya dialog dan diplomasi untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan mewujudkan perdamaian.
