News
Anak-anak Pidie Jaya Masih Trauma Banjir, Belajar di Tenda Darurat
08 Januari 2026 19:42
Banjir dan longsor yang melanda Kabupaten Pidie Jaya pada 26 November 2025 masih meninggalkan trauma mendalam bagi anak-anak di TK Al-Bayyan, Meunasah Kreueng Baroe, Manyang Cut, Kecamatan Meureudu. Kepala Sekolah TK Al-Bayyan, Herawati, menyatakan bahwa banyak anak-anak merasa takut saat hujan tiba karena khawatir banjir akan terjadi kembali. Aktivitas sekolah telah dimulai sejak 5 Januari dengan belajar di tenda darurat yang difasilitasi oleh Pertamina Patra Niaga.
Sekolah tersebut memiliki total 31 siswa, namun hanya 10 sampai 15 anak yang hadir setiap hari. Sisanya masih trauma dan kadang tidak mau jauh dari orang tua. Untuk mengembalikan semangat dan menghilangkan rasa trauma, TK Al-Bayyan bekerja sama dengan tim Pertamina Patra Niaga untuk program trauma healing yang berlangsung setiap hari di sekolah tenda darurat.
Dampak Banjir pada Anak-anak
- 31 siswa terdaftar di TK Al-Bayyan, namun hanya 10-15 anak yang hadir setiap hari.
- Anak-anak merasa takut saat hujan tiba karena khawatir banjir akan terjadi kembali.
- Ruang kelas tidak dapat digunakan karena tertimbun lumpur setinggi 2-3 meter.
Upaya Pemulihan
- Pertamina Patra Niaga menyediakan tenda darurat untuk kegiatan belajar mengajar.
- Program trauma healing dilakukan setiap hari untuk membantu anak-anak mengatasi trauma.
- Anak-anak diberikan pendampingan oleh tim relawan Pertamina Patra Niaga dengan berbagai kegiatan untuk pemulihan luka emosional.
Harapan ke Depan
- Sekolah berharap lumpur dapat segera dikuruk agar anak-anak bisa belajar di ruang kelas.
- Pertamina Patra Niaga akan terus memberikan dukungan dan mendampingi TK Al-Bayyan hingga proses pemulihan selesai.
- Tujuan utama adalah agar seluruh anak-anak dapat kembali bersekolah dengan penuh keceriaan dan tanpa rasa takut.
Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, diharapkan anak-anak di Pidie Jaya dapat segera pulih dari trauma dan kembali belajar dengan nyaman di lingkungan sekolah yang aman dan kondusif.
Kondisi saat ini:
- 10-15 anak hadir setiap hari di tenda darurat.
- 31 siswa terdaftar di TK Al-Bayyan.
- 2-3 meter tinggi lumpur yang menutupi ruang kelas.
