News
Di Tengah Banjir Pidie Jaya, HAB Kemenag Ke-80 Jadi Pengingat Kepedulian
03 Januari 2026 17:37
Di tengah banjir yang melanda Kabupaten Pidie Jaya, Kementerian Agama tetap menegakkan nilai pengabdian dengan mengadakan peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80. Acara yang digelar di Halaman Kantor Kemenag Pidie Jaya pada Sabtu, 3 Januari 2026, berlangsung sederhana namun penuh keharuan.
Upacara HAB dipimpin oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pidie Jaya, Mulyadi. Acara ini tidak hanya menjadi momen refleksi bagi ASN Kemenag, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat Pidie Jaya yang sedang berjuang memulihkan kehidupan pascabanjir.
Doa dan Kepedulian
- Doa bersama dipanjatkan untuk masyarakat Pidie Jaya agar diberi kekuatan dan kesabaran menghadapi musibah.
- Santunan diberikan kepada anak-anak yatim, piatu, dan yatim piatu dari keluarga ASN Kemenag.
- Penghargaan diberikan kepada ASN yang memasuki masa purnabakti tahun 2024 dan 2025.
Banjir sebagai Ujian Iman
- Banjir dimaknai sebagai ujian iman dan solidaritas.
- Kepedulian dan doa menjadi cahaya di tengah musibah.
- Harapan kembali tumbuh dan pengabdian menemukan maknanya yang paling dalam.
Acara HAB ke-80 Kemenag Pidie Jaya menjadi pengingat kuat bahwa di tengah bencana, doa dan kepedulian adalah kekuatan yang menyatukan masyarakat. Pengabdian sejati diuji saat daerah sedang terluka, dan kepedulian menjadi pelukan sunyi bagi mereka yang membutuhkan.
Dari acara ini, harapan kembali tumbuh dan pengabdian menemukan maknanya yang paling dalam. Banjir tidak hanya dimaknai sebagai bencana alam, tetapi juga sebagai ujian iman dan solidaritas yang memperkuat ikatan masyarakat Pidie Jaya.
Dengan semangat pengabdian dan kepedulian, masyarakat Pidie Jaya diharapkan dapat bangkit dari musibah dan membangun kembali kehidupan mereka dengan lebih baik. HAB ke-80 Kemenag Pidie Jaya menjadi simbol harapan dan kekuatan di tengah duka yang melanda daerah tersebut.
Di tengah banjir dan duka, HAB ke-80 Kemenag Pidie Jaya menjadi pengingat kuat: ketika alam menguji, doa dan kepedulian adalah cahaya. Dari sana, harapan kembali tumbuh, dan pengabdian menemukan maknanya yang paling dalam.
