News
BPBA Aceh Habiskan Rp 6,8 Miliar untuk Relawan Bencana Tanpa SK
18 jam yang lalu
Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menggunakan dana sebesar Rp 6,8 miliar untuk operasional relawan penanganan bencana. Dana tersebut dialokasikan untuk kebutuhan seperti bahan bakar minyak (BBM), uang makan, dan uang lelah bagi relawan. Namun, sekitar Rp 3,5 miliar tidak terserap dan harus dikembalikan ke kas negara karena kendala administrasi dan batas waktu anggaran.
Menurut Analis Kebencanaan Ahli Muda BPBA, Yudhie Satria, perekrutan 3.200 relawan tidak berdasarkan surat keputusan khusus. Relawan datang secara mandiri dan terdaftar melalui mekanisme pendataan di posko tanggap darurat. Sistem dashboard relawan yang digunakan merupakan milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Detail Penggunaan Dana
- Total dana: Rp 6,8 miliar dari Bantuan Tidak Terduga (BTT) Tahun Anggaran 2025.
- Alokasi: BBM, uang makan, dan uang lelah bagi relawan.
- Besaran uang lelah: Sekitar Rp 165 ribu per hari, disesuaikan dengan durasi relawan di lapangan.
- Kendala: Sekitar seribu lebih relawan mengalami retur pembayaran karena kendala rekening.
Relawan dan Sistem Pendataan
- Jumlah relawan: 3.741 relawan dari 145 lembaga.
- Sistem pendataan: Relawan terdaftar dan tercatat dalam sistem dashboard relawan.
- Keahlian relawan: Beragam, mulai dari pengumpulan data, logistik, komunikasi, hingga pendidikan.
Tantangan dan Solusi
- Kendala administrasi: Sebagian relawan tidak memiliki rekening atau kehilangan identitas seperti KTP akibat bencana.
- Pembayaran tunai: Tidak diperbolehkan karena bertentangan dengan aturan.
- Solusi: BPBA berupaya agar penanganan bencana dan dukungan terhadap relawan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Dengan adanya kendala administrasi dan batas waktu anggaran, BPBA Aceh berharap dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam penanganan bencana di masa mendatang. Relawan yang terlibat tidak hanya berasal dari Aceh, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia, menunjukkan solidaritas nasional dalam penanganan bencana.
