News
500 Ton Bantuan Aceh Tertahan di Malaysia, Warga Khawatir Makanan Rusak
4 hari yang lalu
Lebih dari 500 ton bantuan kemanusiaan untuk korban bencana banjir dan tanah longsor di Aceh masih tertahan di Malaysia. Bantuan yang dikumpulkan dari masyarakat Aceh di berbagai wilayah Malaysia ini sudah menunggu hampir sebulan untuk dikirim ke Aceh. Kebanyakan bantuan berupa bahan pokok seperti beras dan minyak goreng yang memiliki masa simpan terbatas, sehingga dikhawatirkan akan rusak jika terus tertahan.
Ketua Sabena Komuniti Aceh Malaysia, Saiful Bahri alias Bospon, menyatakan bahwa bantuan tersebut sudah terkumpul sejak 17 Desember 2025. Namun, hingga kini, mereka belum menerima surat resmi yang mengizinkan pengiriman bantuan ke Indonesia. Meskipun pemerintah sebelumnya menyatakan bahwa bantuan asing dapat disalurkan melalui organisasi non-pemerintah (NGO), izin resmi belum juga diterbitkan.
Kendala Pengiriman Bantuan
-
Izin Pengiriman Belum Keluar: Meskipun pemerintah Indonesia telah menyatakan bahwa bantuan asing dapat disalurkan melalui NGO, Sabena Komuniti Aceh Malaysia belum menerima surat resmi yang mengizinkan pengiriman bantuan.
-
Janji Kapal Bantuan Belum Terealisasi: Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian sebelumnya berjanji akan menyediakan kapal untuk mengangkut bantuan dari Malaysia. Namun, hingga hampir sebulan berlalu, kapal tersebut belum juga tersedia.
-
Nilai Bantuan yang Besar: Nilai bantuan yang terkumpul mencapai puluhan miliar rupiah, sehingga pihak pengumpul bantuan berharap ada solusi segera dari pemerintah.
Upaya Mandiri
Jika kapal bantuan dari pemerintah tidak juga direalisasikan, Sabena Komuniti Aceh Malaysia siap mencari cara untuk mengirim bantuan secara mandiri. Namun, kendala utama yang dihadapi adalah ketiadaan izin resmi. Mereka berharap pemerintah segera menerbitkan surat pembenaran untuk mengizinkan pengiriman barang tersebut.
Lokasi Penyimpanan Bantuan
Saat ini, bantuan kemanusiaan tersebut disimpan di sekitar 20 titik pengumpulan, salah satunya di Gudang Sabena yang berlokasi di kawasan Seremban, Negeri Sembilan, Malaysia. Jenis bantuan yang terkumpul antara lain beras, pakaian, minyak goreng, air mineral, makanan ringan, serta berbagai kebutuhan lainnya.
