News
Harga Emas di Langsa Tembus Rp 8,2 Juta, Warga Aceh Buru Investasi
4 hari yang lalu
Harga emas di Kota Langsa, Aceh, kembali meroket tajam pada Senin (12/1/2026). Emas perhiasan 99,5 persen kini tembus Rp 8,2 juta per mayam, naik Rp 100 ribu dari hari sebelumnya. Kenaikan ini juga terjadi pada emas Antam, yang mencapai Rp 2,631 juta per gram, naik Rp 29.000 dari Sabtu (10/1/2026).
Tren penguatan harga emas ini mencerminkan minat investasi yang tinggi, terutama di kalangan warga Aceh. Namun, pembeli perlu memperhatikan pajak dan biaya distribusi yang berlaku.
Rincian Harga Emas di Langsa
- Emas perhiasan 99,5 persen: Rp 8,2 juta per mayam (naik Rp 100 ribu)
- Emas perhiasan 97 persen: Rp 8 juta per mayam (naik Rp 100 ribu)
- Emas perhiasan 70 persen: Rp 2,2 juta per gram (naik Rp 100 ribu)
- Emas Antam 1 gram: Rp 2,631 juta (naik Rp 29.000)
Pajak dan Biaya Tambahan
- Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22: 0,45% untuk pembeli dengan NPWP, 0,9% tanpa NPWP
- Pajak penjualan emas di atas Rp 10 juta: 1,5% dengan NPWP, 3% tanpa NPWP
- Biaya distribusi dan kondisi pasar lokal dapat mempengaruhi harga di luar Pulau Jawa.
Dampak bagi Warga Aceh
Kenaikan harga emas ini memberikan peluang investasi yang menarik bagi warga Aceh. Namun, calon pembeli disarankan untuk mengecek harga langsung di butik Logam Mulia terdekat sebelum melakukan transaksi. Tren penguatan harga emas diperkirakan akan terus berlanjut, menjadikan emas sebagai instrumen investasi yang menjanjikan.
Dengan harga emas yang terus mencetak rekor tertinggi, masyarakat Aceh diharapkan dapat memanfaatkan peluang ini dengan bijak, sambil memperhatikan aspek pajak dan biaya tambahan yang berlaku.
Kesimpulan
Harga emas di Langsa yang meroket ini mencerminkan tren positif bagi investor. Warga Aceh dapat memanfaatkan peluang ini untuk berinvestasi, namun perlu memperhatikan pajak dan biaya distribusi yang berlaku. Tren penguatan harga emas diperkirakan akan terus berlanjut, menjadikan emas sebagai instrumen investasi yang menjanjikan.
Dengan demikian, masyarakat Aceh diharapkan dapat memanfaatkan peluang ini dengan bijak, sambil memperhatikan aspek pajak dan biaya tambahan yang berlaku.
