News
Harga Sawit Aceh Singkil Turun, Petani Harap Naik Jelang Ramadan
14 jam yang lalu
Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Aceh Singkil mengalami penurunan. Pada Senin (19/1/2026), harga sawit tercatat sebesar Rp 2.310 per kilogram, turun Rp 40 dibandingkan pekan sebelumnya yang berada di kisaran Rp 2.350 per kilogram. Penurunan harga ini berlaku untuk sawit yang diantar langsung oleh petani ke pengepul atau tempat penimbangan (ram).
Sementara itu, untuk sawit yang dijemput langsung oleh pengepul ke kebun petani, harganya lebih rendah yakni Rp 2.260 per kilogram. Terdapat selisih Rp 50 per kilogram yang dipotong untuk biaya angkut serta bongkar muat. Penurunan harga ini terjadi meskipun produksi sawit petani di Aceh Singkil mulai berangsur normal setelah sebelumnya mengalami penurunan akibat banjir.
Dampak Penurunan Harga Sawit
- Harga sawit turun: Dari Rp 2.350 menjadi Rp 2.310 per kilogram untuk sawit yang diantar petani, dan Rp 2.260 per kilogram untuk sawit yang dijemput pengepul.
- Produksi pulih: Setelah banjir, produksi sawit mulai normal kembali, namun harga belum stabil.
- Harapan petani: Petani berharap harga sawit dapat kembali naik, terutama menjelang bulan Ramadan dan Idulfitri.
- Dampak ekonomi: Lebih dari 70 persen penduduk Aceh Singkil menggantungkan perekonomian dari sektor perkebunan sawit.
Luas Perkebunan Sawit di Aceh Singkil
- Perusahaan pemegang HGU: 44.483,12 hektare
- Kebun sawit rakyat: 31.351 hektare
Aceh Singkil menempati peringkat kedua sebagai daerah dengan luas perkebunan kelapa sawit terbesar di Provinsi Aceh. Naik turunnya harga sawit sangat berpengaruh terhadap perputaran ekonomi di kabupaten ini.
Harapan dan Tantangan
Petani sawit di Aceh Singkil menghadapi tantangan dengan fluktuasi harga yang dapat mempengaruhi pendapatan mereka. Meskipun produksi mulai pulih, harga yang turun menjadi kekhawatiran tersendiri. Dengan menjelang bulan Ramadan, petani berharap harga sawit dapat meningkat seiring dengan peningkatan kebutuhan rumah tangga.
