News
78% Siswa SMKN 1 Peusangan Hadapi Hari Pertama Sekolah Pasca Banjir
05 Januari 2026 17:19
Hari pertama sekolah di SMKN 1 Peusangan, Bireuen, setelah banjir bandang menunjukkan dampak besar pada siswa. Sekitar 78% siswa terdampak, dengan rumah rusak atau hilang. Siswa berbagi cerita tentang kondisi mereka dan bantuan mulai berdatangan dari berbagai pihak.
Kepala SMKN 1 Peusangan, Joko Trianto ST.MPd, mengatakan bahwa dari 903 siswa, sekitar 78% terdampak banjir. Rumah orang tua mereka ada yang hilang, rusak, atau dipenuhi lumpur tebal yang belum bersih. Guru juga terdampak, dengan rumah yang rusak atau hilang.
Dampak Banjir pada Siswa
- Afizza Najwa, siswa kelas I, mengungkapkan bahwa rumahnya hilang dihantam banjir bandang. Ia dan keluarganya terpaksa mengungsi.
- Zakiah, warga Desa Pante Lhong, Peusangan, rumahnya juga dihantam banjir dan masih berbalut lumpur. Ia hadir ke sekolah dengan baju yang masih kotor.
- Muhammad Akbar, warga Desa Dayah Panjoe, Krueng Panjoe, mengaku rumahnya masih berlumpur.
Bantuan yang Diterima
- SMKN 9 Semarang mengirim pakaian layak pakai.
- SMKN 3 Banda Aceh mengirim tas sekolah, obat-obatan, alat olahraga, dan sepatu boat.
- Universitas Muhammadiyah Prof Hamka (Uhamka) Jakarta sedang dalam perjalanan untuk memberikan bantuan.
Kepala sekolah mengungkapkan rasa terima kasih atas bantuan yang diterima dari berbagai pihak. Bantuan ini sangat membantu siswa dan guru yang terdampak banjir untuk kembali beraktivitas di sekolah.
Kondisi Sekolah
- Ruangan sekolah sudah mulai dibersihkan.
- Siswa terlihat saling berbagi cerita tentang kondisi rumah mereka.
- Beberapa siswa masih termenung dan terlihat sedih karena kondisi rumah mereka yang belum pulih.
Dengan bantuan yang terus berdatangan, diharapkan siswa dan guru dapat segera pulih dan kembali beraktivitas dengan normal di sekolah.
Dampak Jangka Panjang
- Trauma psikologis pada siswa yang kehilangan rumah dan harta benda.
- Kesulitan ekonomi bagi keluarga siswa yang rumahnya rusak atau hilang.
- Keterlambatan pendidikan akibat kondisi yang belum pulih sepenuhnya.
Diharapkan dengan bantuan dari berbagai pihak, siswa dan guru dapat segera pulih dan kembali beraktivitas dengan normal di sekolah.
