News
TNI AU Kirim 13,5 Ton Air Mineral untuk Korban Bencana di Aceh
07 Januari 2026 21:13
Pesawat Hercules C-130 A-1318 TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengangkut 13,5 ton air mineral dari Sekretariat Kabinet Republik Indonesia (Setkab RI) untuk korban bencana alam di Aceh. Bantuan ini tiba di Pos Pendamping Nasional Bencana Hidrometeorologi Provinsi Aceh yang berlokasi di Shelter Galaxy, Mako Lanud Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar, Rabu (7/1/2026).
Komandan Lanud Sultan Iskandar Muda, Kolonel Nav Sudaryanto, S.M., menyatakan bahwa bantuan ini akan segera didistribusikan kepada masyarakat yang terdampak bencana alam di Aceh. Pendataan wilayah-wilayah yang membutuhkan dukungan air mineral dilakukan untuk memastikan penyaluran tepat sasaran, menggunakan armada udara dan darat.
Detail Bantuan
- Jumlah bantuan: 13.500 kilogram air mineral
- Asal bantuan: Sekretariat Kabinet Republik Indonesia (Setkab RI)
- Pengangkutan: Pesawat Hercules C-130 A-1318 dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta
- Tujuan: Pos Pendamping Nasional Bencana Hidrometeorologi Provinsi Aceh
Komitmen TNI AU
TNI AU bersama instansi terkait terus berkomitmen mendukung upaya percepatan penanganan bencana melalui pengiriman bantuan logistik, khususnya kebutuhan dasar masyarakat. Kolonel Sudaryanto menegaskan bahwa penyaluran bantuan akan dilakukan dengan cepat dan tepat sasaran untuk membantu masyarakat Aceh yang terdampak bencana.
Dampak Bencana
Bencana alam di Aceh telah menyebabkan berbagai kerusakan dan kesulitan bagi masyarakat, termasuk akses terhadap air bersih. Bantuan air mineral ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak dan memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi selama masa pemulihan.
Pendataan dan Distribusi
Pos Pendamping Nasional Bencana Hidrometeorologi Provinsi Aceh akan melakukan pendataan wilayah-wilayah yang membutuhkan dukungan air mineral. Pendataan ini bertujuan untuk memastikan bahwa bantuan dapat disalurkan dengan tepat sasaran dan mencapai masyarakat yang paling membutuhkan.
Kerjasama Instansi
TNI AU bekerja sama dengan berbagai instansi terkait untuk memastikan bahwa bantuan logistik dapat segera sampai kepada masyarakat yang terdampak. Kerjasama ini mencakup penggunaan armada udara dan darat untuk mendistribusikan bantuan dengan cepat dan efisien.
