News
HK Mobilisasi Alat Berat, Percepat Pemulihan Pascabencana di Aceh
08 Januari 2026 12:07
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama PT Hutama Karya (Persero) terus mempercepat pemulihan pascabencana di berbagai wilayah Aceh. Upaya ini difokuskan pada pemulihan konektivitas jalan dan jembatan, pengamanan sungai di titik rawan, serta pemulihan layanan dasar masyarakat.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa sektor sumber daya air menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana di Aceh. Hal ini mencakup normalisasi sungai, penguatan tanggul, hingga penyediaan air bersih bagi warga terdampak.
Fokus Pemulihan
- Aceh Utara hingga Aceh Tenggara: Hutama Karya memobilisasi alat berat seperti excavator, crane, dan dump truck untuk penanganan titik-titik terdampak banjir dan longsor.
- Kabupaten Pidie Jaya: Penanganan titik-titik terdampak banjir dan longsor dengan menggunakan excavator.
- Takengon: Pengerahan Jembatan Bailey, crane, excavator, wheel loader, dump truck, serta tangki solar untuk penanganan Jembatan Krueng Pelang.
- Gayo Lues–Blangkejeren: 12 unit excavator dan wheel loader dikerahkan untuk mempercepat pemulihan akses jalan.
- Lawe Alas, Desa Natam, Ketambe, dan Kampung Simpur: Pekerjaan meliputi perbaikan jalan akses dan pembuatan tanggul sungai.
- Aceh Tamiang: Pengerahan 13 unit excavator, motor grader, dump truck, dan tangki solar di sejumlah lokasi seperti Karang Baru, Kuala Simpang, hingga Kota Lintang Atas.
Dukungan Hutama Karya
Hutama Karya menerjunkan lebih dari 118 personel, terdiri atas personel inti, operator alat berat, pekerja lapangan, dan tim perencana. Paket pekerjaan yang ditangani meliputi sektor Sumber Daya Air di Tanggul Sungai Lawe Alas, Lawe Bulan, dan Natam, serta sektor Bina Marga pada ruas Kutacane–Gayo Lues, Gayo Lues–Blangkejeren, dan Blangkejeren–batas Aceh Tengah.
Dari sektor Cipta Karya, penanganan dilakukan pada fasilitas air bersih di Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Tenggara, dan Aceh Selatan. Pekerjaan tanggap darurat difokuskan pada pengamanan akses agar kembali aman dilalui masyarakat.
Harapan ke Depan
Ke depan, pemantauan dan dukungan lapangan akan terus dilakukan, terutama pada titik rawan longsor dan badan jalan yang tertutup material. Pemulihan konektivitas dan layanan dasar diharapkan menjadi fondasi bangkitnya kembali aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat Aceh pascabencana.
