News
Ruas Jalan Nasional Aceh Bertabur Lubang, HRD Desak Kementerian PU Segera Tambal
01 Januari 2026 10:26
Ratusan lubang menganga di ruas jalan nasional Aceh mengancam keselamatan pengendara dan memperlambat arus lalu lintas. Anggota Komisi V DPR RI, H Ruslan Daud (HRD), mendesak Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk segera melakukan penambalan sementara agar jalan dapat berfungsi dengan baik dan mencegah kerusakan lebih parah.
HRD menyebutkan bahwa kondisi jalan yang rusak parah ini terjadi pasca banjir dan tanah longsor yang menerjang Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ruas jalan nasional dari Kabupaten Aceh Tamiang hingga Banda Aceh dilaporkan memiliki ratusan lubang yang belum diperbaiki. Saat hujan, lubang-lubang tersebut tertutup air, meningkatkan risiko kecelakaan, terutama pada malam hari.
Dampak dan Urgensi
- Keselamatan Pengendara: Lubang jalan yang tertutup air saat hujan dan minimnya penerangan jalan pada malam hari meningkatkan risiko kecelakaan.
- Kelancaran Lalu Lintas: Kondisi jalan yang rusak memperlambat arus lalu lintas, mengganggu mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.
- Pemulihan Ekonomi: HRD menekankan bahwa konektivitas jalan adalah kunci utama untuk pemulihan ekonomi pasca bencana, termasuk pergerakan logistik dan pelayanan darurat.
Langkah yang Didesak
- Penambalan Sementara: HRD mendesak Kementerian PU untuk melakukan penambalan sementara (patching) pada ruas jalan nasional Medan-Banda Aceh dan Bireuen–Aceh Tengah.
- Prioritas Perbaikan: Percepatan penanganan infrastruktur jalan dan jembatan lintas nasional pada koridor-koridor vital harus menjadi prioritas utama untuk memastikan keselamatan masyarakat dan kelancaran mobilitas.
HRD juga menekankan bahwa akses jalan dan jembatan adalah kunci utama pergerakan logistik, pelayanan darurat, dan pemulihan ekonomi masyarakat. Keselamatan masyarakat dan kelancaran mobilitas menjadi prioritas utama dalam upaya pemulihan wilayah pasca bencana di Aceh.
Kondisi Jalan Nasional Aceh
- Ruas Jalan: Dari Kabupaten Aceh Tamiang hingga Banda Aceh, termasuk jalur Bireuen–Aceh Tengah.
- Jumlah Lubang: Ratusan lubang menganga yang belum diperbaiki.
- Risiko: Lubang jalan yang tertutup air saat hujan dan minimnya penerangan jalan pada malam hari.
Dengan kondisi jalan yang rusak parah, HRD berharap Kementerian PU dapat segera mengambil langkah-langkah perbaikan untuk memastikan keselamatan dan kelancaran mobilitas masyarakat Aceh.
