News
81 Rumah di Aceh Besar Terendam Banjir, Tebing Gle Taron Longsor
06 Januari 2026 11:05
Hujan deras yang melanda Aceh Besar sejak Senin (5/1/2026) sore menyebabkan 81 rumah di Komplek Villa Buana dan Lambheu, Kecamatan Darul Imarah, terendam banjir genangan. Selain banjir, tebing Gunung Gle Taron longsor dan menutupi badan jalan lintas mata'ie - Lhoknga, yang merupakan akses menuju lokasi wisata.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar, Ridwan Jamil, menyatakan bahwa banjir genangan telah merendam rumah warga sejak Minggu (4/1/2026) dan melibatkan 336 jiwa. Intensitas hujan deras yang terjadi sejak dua hari terakhir menjadi penyebab utama banjir dan longsor.
Dampak dan Kondisi Terkini
- 81 rumah terendam banjir genangan di Komplek Villa Buana dan Lambheu.
- 336 jiwa terdampak banjir genangan.
- Tebing Gunung Gle Taron longsor dan menutupi jalan lintas mata'ie - Lhoknga.
- Jalan tersebut merupakan akses menuju lokasi wisata.
Imbauan dari BPBD
- Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan waspada menyikapi kondisi cuaca.
- Masyarakat yang berdomisili di daerah rawan banjir genangan diimbau untuk bergotong royong membersihkan saluran air.
- Masyarakat yang berada di daerah banjir luapan agar tetap siaga dan waspada.
- Masyarakat yang berada atau melintas di daerah rawan longsor agar tetap hati-hati dan waspada.
BPBD Aceh Besar telah menyiagakan personel dan memantau perkembangan intensitas curah hujan dan tinggi air. Meskipun kondisi saat ini sudah cerah berawan tanpa hujan, masyarakat tetap diimbau untuk waspada terhadap potensi banjir dan longsor yang masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan berdasarkan perkiraan BMKG.
Langkah Pencegahan
- Membersihkan saluran air secara berkala untuk mencegah banjir genangan.
- Memantau perkembangan cuaca dan informasi dari BPBD.
- Menghindari aktivitas di daerah rawan longsor dan banjir.
Dengan langkah-langkah pencegahan dan kesiapsiagaan, diharapkan dampak banjir dan longsor dapat diminimalisir dan masyarakat Aceh Besar dapat tetap aman dan nyaman dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem.
