News
Pembangunan Huntara di Langkahan Aceh Utara Capai 60 Persen, Target Rampung Sebelum Ramadan
2 hari yang lalu
Pembangunan hunian sementara (Huntara) di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, sedang berjalan dengan progres yang signifikan. Di Gampong Tanjong Dalam, pembangunan Huntara untuk 180 kepala keluarga telah mencapai sekitar 60 persen, sementara di Gampong Geudumbak, 100 unit Huntara sedang dibangun dengan progres 5 hingga 10 persen. Proyek ini melibatkan berbagai pihak seperti Rumah Zakat, PT Pembangunan Perumahan (PP), dan PT Wijaya Karya (Wika).
Target penyelesaian Huntara adalah sebelum bulan Ramadan, agar masyarakat dapat tinggal dengan nyaman dan tidak lagi berada di pengungsian. Selain itu, progres pembersihan kayu gelondongan di Aceh Utara telah mencapai 57 persen, dengan penambahan alat berat dari berbagai instansi. BNPB juga mempercepat pembukaan akses jalan ke Buket Linteng dan Lubok Pusaka dengan mengerahkan dua unit alat berat dan satu ekskavator mini.
Progres Pembangunan Huntara
- Gampong Geudumbak: 100 unit Huntara dengan progres 5-10 persen, dikerjakan oleh Rumah Zakat.
- Gampong Tanjong Dalam: 180 unit Huntara dengan progres 60 persen, dikerjakan oleh PT PP dan PT Wika.
- Gampong Rumoh Rayeuk: Dua titik pembangunan Huntara dari Kementerian Pekerjaan Umum, masing-masing 60 unit dan 108 unit, dikerjakan oleh Waskita.
Kondisi Pengungsi
- Sebagian pengungsi masih tinggal di tenda.
- Sebagian lainnya mulai membersihkan dan memperbaiki rumah yang mengalami kerusakan ringan.
Upaya Pemulihan
- Pembersihan kayu gelondongan mencapai 57 persen.
- Pembukaan akses jalan ke Buket Linteng dan Lubok Pusaka dipercepat dengan alat berat.
Pembangunan Huntara dan upaya pemulihan lainnya diharapkan dapat membantu masyarakat Aceh Utara untuk segera kembali ke kehidupan normal setelah bencana yang melanda daerah tersebut. Target penyelesaian sebelum Ramadan menjadi harapan bagi warga untuk dapat merayakan bulan suci dengan lebih nyaman dan aman.
Dengan adanya Huntara, diharapkan pengungsi dapat segera meninggalkan tenda dan tinggal di tempat yang lebih layak. Selain itu, pembangunan infrastruktur seperti akses jalan juga akan memperlancar distribusi bantuan dan aktivitas masyarakat setempat.
