Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

373 KK Korban Banjir Aceh Timur Masih di Tenda Darurat, Huntara Tak Rampung

4 jam yang lalu

Bencana banjir yang melanda Kabupaten Aceh Timur meninggalkan dampak yang mendalam bagi warga setempat. Sebanyak 373 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 1.259 jiwa masih terpaksa tinggal di tenda darurat dan gubuk-gubuk yang dibangun secara mandiri karena Hunian Sementara (Huntara) belum rampung dikerjakan oleh vendor.

Kondisi ini terjadi di beberapa kecamatan, terutama di Kecamatan Pante Bidari dan Kecamatan Serbajadi. Di Pante Bidari, terdapat 271 KK yang masih bertahan di tenda pengungsian, tenda mandiri di reruntuhan rumah, dan menumpang di balai desa. Sementara di Serbajadi, 102 KK terpaksa menyulap fasilitas umum seperti kantor keuchik, balai adat, dan ruang-ruang kelas di SD Loot Jering menjadi tempat tinggal sementara.

Kondisi Pengungsian

  • 373 KK masih mengungsi di tenda atau gedung-gedung publik karena akses wilayah yang belum pulih dan Huntara tidak selesai.
  • Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, telah meninjau langsung lokasi dan meminta BNPB untuk tegas terhadap vendor yang nakal.
  • Pembangunan Huntara diawasi oleh BNPB, dan bupati meminta kontrak dengan vendor yang tidak bertanggung jawab untuk diputus.

Dampak Bencana

  • Bencana banjir, longsor, dan angin kencang ini tercatat sebagai salah satu yang paling mematikan dengan total 58 korban jiwa.
  • Ada 7.293 hunian warga yang terdampak, menjadikan kebutuhan akan Huntara dan rumah bantuan menjadi sangat mendesak.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan pemulihan pasca-bencana dan stabilitas sosial di Aceh Timur. Warga yang masih tinggal di tenda darurat membutuhkan perhatian serius dari pemerintah dan pihak terkait untuk segera menyelesaikan pembangunan Huntara dan memulihkan kehidupan mereka.

373 KK Korban Banjir Aceh Timur Masih di Tenda Darurat, Huntara Tak Rampung