News
Dua Jembatan Bailey di Aceh Tenggara Siap Lancarkan Logistik Warga
31 Desember 2025 10:27
Dua jembatan Bailey di Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, kini siap digunakan setelah selesai dibangun oleh PT Hutama Karya (Persero). Jembatan Mengkudu di Desa Katimaju, Kecamatan Darul Hasanah, dan Jembatan Penanggalan di Desa Lawe Penanggalan, Kecamatan Ketambe, menjadi penopang penting bagi mobilitas masyarakat dan kelancaran distribusi logistik.
Kedua jembatan ini memiliki panjang masing-masing 36 meter dan 48 meter, dengan lebar efektif 3,7 meter dan kapasitas beban hingga 40 ton. Jembatan Mengkudu mulai berfungsi pada 23 Desember, sementara Jembatan Penanggalan selesai pada 28 Desember. Kehadiran jembatan ini diharapkan dapat memperlancar arus barang dan kebutuhan dasar masyarakat.
Upaya Pemulihan Akses Jalan
Selain pemasangan jembatan, Hutama Karya juga melakukan berbagai upaya pemulihan akses jalan, antara lain:
- Tanggul dan alih aliran sungai di Jembatan Natam untuk mengurangi risiko luapan.
- Normalisasi sungai di Simpur Jaya agar aliran lebih lancar dan material banjir cepat teratasi.
- Pembukaan akses baru di ruas Kutacane–Gayo Lues.
- Pembersihan lumpur dan longsoran di Jalan Akses Ketambe dan Jalan Naga Kesiangan.
- Pembukaan jalur permukiman di Tangsaran, Tetumpun, Ise-ise, dan Rikit Gaib.
Proses Pekerjaan
Pelaksanaan pekerjaan meliputi perakitan modul Bailey, pemasangan lantai jembatan, pengujian beban, hingga pemasangan rambu. Hutama Karya mengerahkan crane 50 ton, excavator, serta 10 personel dengan pola kerja 12 jam. Selama proses berlangsung, arus lalu lintas diatur bergiliran tanpa pembatasan jam, dengan pengamanan area kerja untuk menjaga keselamatan pengguna jalan.
Dampak Jangka Panjang
Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menegaskan bahwa pemasangan jembatan ini merupakan bagian dari upaya pemulihan akses darat pascabencana di Aceh. "Kembali berfungsinya ruas Lintas Tengah di dua titik tersebut diharapkan memperlancar mobilitas warga dan distribusi logistik pada masa tanggap darurat hingga transisi pemulihan," ujarnya.
