News
Aceh Waspadai Dampak Siklon Tropis: Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi Mengancam
11 jam yang lalu
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta melaporkan perkembangan Siklon Tropis Nokaen dan bibit siklon tropis 97S. Kedua sistem ini memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Aceh.
BMKG mencatat bahwa Siklon Tropis Nokaen berkembang dari bibit siklon tropis 91W yang mulai terpantau sejak 12 Januari 2026 di Laut Filipina. Siklon ini mencapai intensitas siklon tropis pada 15 Januari 2026 dan saat ini berada di Laut Filipina timur Manila, sekitar 1.480 kilometer di utara Tahuna, Sulawesi Utara. Kecepatan angin maksimum siklon ini mencapai 35 knot (65 km/jam) dengan tekanan udara minimum 998 hPa, masuk dalam kategori 1.
Dampak Siklon Tropis Nokaen
- Siklon Tropis Nokaen bergerak ke arah timur–timur laut dengan kecepatan sekitar 6 knot (11 km/jam) dan terus menjauhi wilayah Indonesia.
- Dalam 24 jam ke depan, intensitas Siklon Tropis Nokaen diprakirakan relatif persisten dan tetap bergerak menjauhi Indonesia.
- Siklon Tropis Nokaen masih memberikan dampak tidak langsung berupa gelombang laut kategori sedang setinggi 1,25–2,5 meter di Samudra Pasifik utara Maluku.
Bibit Siklon Tropis 97S
- Bibit siklon tropis 97S terbentuk pada 16 Januari 2026 di wilayah pemantauan TCWC Jakarta.
- Hingga Senin (19/1/2026) pukul 07.00 WIB, pusat sirkulasi bibit siklon ini terpantau berada di Perairan Utara Australia.
- Bibit siklon 97S memiliki kecepatan angin maksimum sekitar 15 knot (28 km/jam) dengan tekanan udara minimum 1.000 hPa. Dalam 24 jam ke depan, intensitas sistem ini cenderung persisten dengan pergerakan perlahan ke arah barat.
Dampak terhadap Indonesia
- Bibit siklon tropis 97S memberikan dampak cukup signifikan terhadap cuaca Indonesia, khususnya di wilayah timur dan selatan.
- Dalam 24 jam kedepan hingga 20 Januari 2026 pukul 07.00 WIB, bibit siklon tropis 97S memberikan dampak terhadap Indonesia berupa hujan lebat, angin kencang, serta gelombang tinggi.
Himbauan BMKG
- BMKG menegaskan bahwa meski Siklon Tropis Nokaen bergerak menjauhi Indonesia dan bibit siklon 97S berpotensi rendah menjadi siklon tropis, dampak tidak langsung kedua sistem ini tetap perlu diwaspadai.
- Risiko hujan lebat, angin kencang, serta gelombang tinggi dapat membahayakan aktivitas masyarakat, terutama di wilayah pesisir dan perairan.
- Masyarakat, khususnya nelayan, pelaku pelayaran, dan warga di wilayah Nusa Tenggara serta Maluku dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.
- Masyarakat diharapkan terus memantau informasi cuaca terbaru yang dikeluarkan secara resmi oleh BMKG.
