Timeline Aceh
ajnn.net
ajnn.net

Inflasi 6,94% Tekan Daya Beli Warga Aceh, Pangan dan Listrik Naik

2 jam yang lalu

Inflasi di Aceh mencapai 6,94% pada Maret 2026, lebih tinggi dari rata-rata nasional. Tekanan harga ini disebabkan oleh kenaikan tarif listrik, beras, daging ayam, dan gangguan distribusi pascabanjir akhir 2025. Akademisi dari Universitas Syiah Kuala menyebut ekonomi Aceh masih rentan terhadap fluktuasi harga dan pasokan dari luar daerah.

Dampak inflasi ini langsung dirasakan oleh masyarakat menengah ke bawah, di mana daya beli menurun karena harga naik lebih cepat dari pendapatan. Kenaikan harga pangan dan energi juga berpotensi memperlebar ketimpangan dan meningkatkan risiko kemiskinan.

Faktor Penyebab Inflasi

  • Kenaikan harga komoditas: Listrik (16–17%), beras, daging ayam, dan emas perhiasan.
  • Gangguan distribusi: Pasokan logistik belum pulih pascabanjir 2025.
  • Ketergantungan pasokan luar: Aceh masih bergantung pada komoditas dari luar daerah.

Dampak terhadap Masyarakat

  • Daya beli menurun, terutama untuk kebutuhan non-pokok.
  • Risiko kemiskinan meningkat akibat ketimpangan pendapatan.
  • Stabilitas ekonomi terancam jika inflasi tidak dikendalikan.

Langkah Pemerintah

  • Jangka pendek: Operasi pasar, subsidi pangan, dan intervensi harga komoditas strategis.
  • Jangka menengah: Perkuat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan percepat realisasi APBA.
  • Jangka panjang: Tingkatkan produksi pangan lokal dan diversifikasi ekonomi.

Inflasi diperkirakan tetap moderat hingga tinggi (5–7%) dalam jangka pendek, tergantung stabilitas pasokan dan kebijakan daerah.

Inflasi 6,94% Tekan Daya Beli Warga Aceh, Pangan dan Listrik Naik