Timeline Aceh
ajnn.net
ajnn.net

Inflasi 6,71% di Aceh Ancam Daya Beli Warga Jelang Ramadhan 2026

07 Januari 2026 10:21

Inflasi di Aceh mencapai 6,71% pada Desember 2025, menurut data yang dirilis oleh Guru Besar Universitas Syiah Kuala (USK), Prof. Abd Jamal. Kenaikan ini dipicu oleh kombinasi gangguan pasokan akibat bencana banjir dan terputusnya jalur logistik, serta meningkatnya permintaan menjelang Ramadhan dan Idulfitri 2026. Kondisi ini memperparah kemiskinan riil dan menekan daya beli masyarakat Aceh.

Prof. Abd Jamal menyoroti bahwa inflasi tidak hanya disebabkan oleh faktor tunggal, tetapi oleh kombinasi gangguan pasokan dan meningkatnya permintaan. Bencana banjir yang memutus jalur logistik menjadi penyebab utama kenaikan harga di Aceh, yang berdampak pada terhambatnya pasokan berbagai kebutuhan pokok.

Dampak Inflasi terhadap Masyarakat Aceh

  • Kenaikan harga bahan pokok: Harga berbagai kebutuhan pokok meningkat secara signifikan, dengan beberapa komoditas mencapai dua kali lipat.
  • Dampak pada UMKM: Kenaikan harga LPG yang mencapai dua kali lipat membebankan kebutuhan hidup rumah tangga dan memberatkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
  • Kemiskinan riil: Inflasi tidak hanya mempengaruhi harga, tetapi juga sumber pendapatan warga, yang memperparah kemiskinan riil.

Langkah-langkah yang Diusulkan

  • Operasi pasar masif: Pemerintah Aceh bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) disarankan untuk menggelar operasi pasar secara masif, yang fokus pada kebutuhan pokok masyarakat hingga memasuki bulan puasa.
  • Perbaikan infrastruktur logistik: Percepatan perbaikan infrastruktur logistik seperti jalan dan jembatan yang rusak imbas bencana.
  • Subsidi biaya transportasi: Pemerintah daerah perlu melakukan subsidi biaya transportasi barang kebutuhan pokok guna menstabilkan harga.

Prof. Abd Jamal berharap dengan adanya operasi pasar dapat memotong rantai distribusi yang mahal dan menstabilkan harga. Selain itu, ia menyarankan pengawasan dan penggeledahan bila ada penimbunan barang-barang kebutuhan pokok dan membangun sinergisitas yang kuat antara Pemerintah Aceh, Bank Indonesia, dan pemerintah kabupaten/kota guna meningkatkan daya beli masyarakat.

Inflasi 6,71% di Aceh Ancam Daya Beli Warga Jelang Ramadhan 2026
0123456789