News
Tiga Calon Rektor USK Lolos Penyaringan, Pemilihan 2 Februari 2026
3 hari yang lalu
Tiga calon rektor Universitas Syiah Kuala (USK) periode 2026–2031 resmi lolos tahap penyaringan setelah memaparkan visi, misi, dan program kerja dalam Rapat Terbuka Majelis Wali Amanat (MWA) di Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, Senin (12/1/2026). Ketiga calon tersebut adalah Prof Dr Ir Agussabti MSi, Prof Dr Ir Marwan, dan Prof Dr Mirza Tabrani SE MBA DBA.
Ketua Panitia Pemilihan Rektor (PPR) USK, Prof Dr Rusli Yusuf MPd, menyatakan bahwa penetapan ketiga calon rektor menandai berakhirnya tahapan penyaringan. Pemilihan rektor akan dilaksanakan pada 2 Februari 2026, dengan bobot suara MWA sebesar 65% dan Mendikti Saintek sebesar 35%. Seluruh proses pemilihan, pengesahan, dan pelantikan ditargetkan selesai sebelum 8 Maret 2026.
Profil Calon Rektor USK
-
Prof Dr Ir Agussabti MSi IPU Asean Eng: Lahir di Alue Lhok, Aceh Timur, 8 April 1968. Pendidikan S1 Fakultas Pertanian Unsyiah, S2 dan S3 Ilmu Pertanian Program Pascasarjana IPB.
-
Prof Mirza Tabrani SE MBA DBA: Lahir di Banda Aceh, 26 September 1967. Pendidikan S1 Manajemen Unsyiah, S2 dan S3 di Universiti Kebangsaan Malaysia.
-
Prof Dr Ir Marwan: Lahir di Bireuen, 24 Desember 1966. Pendidikan S1 Fakultas Teknik Institut Teknologi Sepuluh Nopember, S3 Teknik Kimia di University of Birmingham, Inggris.
Proses Pemilihan
-
Bobot Suara: MWA (65%), Mendikti Saintek (35%).
-
Jadwal: Pemilihan pada 2 Februari 2026, pengesahan dan pelantikan sebelum 8 Maret 2026.
-
Kebijakan: Proses penjaringan dilakukan secara bersih, jujur, dan adil. Pelanggaran dapat berujung pada diskualifikasi.
Dampak dan Harapan
Pemilihan rektor USK ini diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi universitas dan masyarakat Aceh. Ketiga calon memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman yang kuat, yang diharapkan dapat mendorong kemajuan pendidikan di Aceh.
Dengan adanya pemilihan rektor yang transparan dan adil, diharapkan USK dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat Aceh dan Indonesia.
