News
Warga Alue Limeng Bireuen Berharap Hunian dan Jembatan Jelang Puasa
06 Januari 2026 20:30
Desa Alue Limeng, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, masih merasakan dampak berat dari banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025 lalu. Sebanyak 47 unit rumah warga hilang tersapu arus deras, sementara belasan rumah lainnya kini berada di bibir sungai dan terancam ambruk. Kondisi ini memaksa warga mengungsi ke meunasah dan lokasi darurat lain, menunggu kepastian hunian dari pemerintah.
Keuchik Alue Limeng, Syukri AR, menjelaskan bahwa desa yang dihuni 165 kepala keluarga (KK) dengan total 615 jiwa, kini menghadapi tantangan besar. Sebagian besar warga menggantungkan hidup dari sektor pertanian, namun akses ekonomi terhambat karena jembatan utama putus.
Dampak Banjir dan Kebutuhan Mendesak
- 47 rumah hilang dan belasan rumah lainnya terancam ambruk, memaksa warga mengungsi.
- Jembatan rangka baja Sarah Sirong rusak parah, menghambat akses transportasi dan distribusi hasil bumi.
- Warga berharap pembangunan hunian sementara (Huntara) dan hunian tetap (Huntap) untuk mempersiapkan bulan puasa.
- Akses jalan dan jembatan alternatif sangat mendesak untuk memulihkan perekonomian warga.
Harapan Warga Jelang Puasa
Warga berharap pemerintah segera membangun hunian sementara dan memperbaiki jembatan untuk memulihkan perekonomian dan mempersiapkan bulan puasa. Mereka juga mendesak pembangunan jembatan darurat atau pemasangan jembatan bailey sebagai solusi sementara. Dengan kondisi rumah hilang dan jembatan rusak, warga masih tinggal di pengungsian dan menaruh harapan besar pada pemerintah daerah dan pusat.
Dampak Ekonomi dan Mobilitas
- Kesulitan mengangkut hasil bumi seperti kelapa dan pinang karena akses transportasi terputus.
- Kendaraan roda dua saja tidak layak melintas jembatan yang rusak, namun warga terpaksa melintas.
- Kebutuhan sehari-hari terhambat karena akses jalan yang tidak memadai.
Warga Alue Limeng mendesak pemerintah segera turun tangan untuk membangun hunian layak dan memperbaiki akses jalan. Mereka berharap bisa kembali menjalani kehidupan normal, khususnya menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.
