News
Mahasiswa Aceh Desak Status Bencana Nasional, Sekda Janji Percepat Pemulihan
08 Januari 2026 20:54
Mahasiswa dari Aliansi Mahasiswa se-Aceh melakukan demonstrasi di halaman Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Kamis (8/1/2026). Mereka menuntut Pemerintah Pusat menetapkan status bencana hidrometeorologi Aceh sebagai bencana nasional. Aksi ini dilakukan karena penanganan bencana di Aceh dinilai belum maksimal, dengan banyak rumah masih terendam lumpur dan daerah terisolir.
Sekda Aceh, M Nasir, menerima aspirasi mahasiswa dan berdiskusi langsung tanpa sekat. Ia menyatakan Pemerintah Aceh telah memberikan data kerusakan kepada pusat dan berkomitmen memperjuangkan kebutuhan masyarakat terdampak. Nasir juga menjelaskan bahwa Pemerintah Aceh telah menyalurkan dana sebesar Rp32 miliar dari pemerintah provinsi dan kabupaten/kota lain, serta Rp20 miliar dari Dana Siap Pakai (DSP) Presiden.
Rekomendasi Mahasiswa dan Tanggapan Pemerintah
-
Percepatan Pemulihan Rumah: Pemerintah Aceh berkomitmen untuk segera menyalurkan bantuan dana tunai setelah data final selesai, agar masyarakat dapat membangun kembali rumahnya.
-
Pembersihan Lingkungan: Banyak rumah warga sudah bisa ditempati, namun lingkungan sekitar masih dipenuhi lumpur dan sampah. Pemerintah akan memfokuskan pada pembersihan lingkungan agar warga dapat kembali ke rumah.
-
Mekanisme Anggaran Darurat: Pemerintah Aceh akan menggunakan Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk kegiatan pembersihan dan penanganan darurat lanjutan.
-
Transparansi Anggaran: Pemerintah akan membangun portal transparansi anggaran yang dapat diakses publik, termasuk untuk penyaluran dana relawan dan kerja sama dengan NGO.
Kondisi Kesehatan dan Pelibatan Relawan
-
Fasilitas Kesehatan: Seluruh rumah sakit telah diaktifkan, kecuali 12 fasilitas di Aceh Tamiang yang mengalami kerusakan berat. Posko-posko kesehatan telah dibentuk dan pasien berat dirujuk ke rumah sakit di Langsa.
-
Pelibatan Relawan: Lebih dari 150 NGO dan ribuan relawan telah terlibat dalam distribusi logistik, pembersihan, pelayanan kesehatan, dan pendidikan.
Pemerintah Aceh juga telah mengusulkan anggaran ke BNPB untuk kegiatan pembersihan, cash for work, serta penyewaan alat berat. Fokus utama saat ini adalah memastikan lingkungan bersih agar warga dapat kembali ke rumah masing-masing, terutama menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
