News
Mesin Penjernih Air RO Unhan-Zipur Bantu Warga Aceh Tamiang Pasca Bencana
02 Januari 2026 21:56
Pasca bencana yang melanda Aceh Tamiang, Satgas Air Universitas Pertahanan (Unhan RI) bekerja sama dengan personel Yonzipur Kodam I BB membangun sarana mesin penjernih air menggunakan metode desalinasi RO. Alat ini dirancang untuk memproduksi air minum dan air bersih, dengan kapasitas mencapai 20.000 liter per hari.
Inovasi ini bertujuan untuk membantu masyarakat yang sedang dalam kondisi tanggap darurat bencana, di mana akses terhadap air bersih menjadi sangat penting. Mesin RO ini telah dipasang di 20 titik di Aceh Tamiang, termasuk di Puskesmas dan masjid yang digunakan sebagai posko pengungsian.
Detail Inovasi Mesin Penjernih Air
- Kapasitas Produksi: 20.000 liter per hari atau 4.000 Gallons Per Day (GPD)
- Metode: Reverse Osmosis (RO) yang dimodifikasi untuk menghasilkan air bersih
- Lokasi Pemasangan: Puskesmas, posko, instansi pemerintahan, dan rumah ibadah
- Target Pemasangan: 100 titik di kabupaten terdampak bencana
Manfaat dan Dampak
- Air Bersih untuk Kebutuhan Sehari-hari: Mesin ini tidak hanya memproduksi air minum, tetapi juga air bersih untuk kebutuhan lainnya.
- Pemasangan di Titik Strategis: Alat dipasang di lokasi yang mudah diakses dan dapat dirawat oleh instansi setempat.
- Dukungan untuk Posko Pengungsian: Masjid dan Puskesmas yang digunakan sebagai posko pengungsian mendapatkan akses air bersih.
Langkah Selanjutnya
Setelah menyelesaikan pemasangan di Aceh Tamiang, tim akan bergerak ke daerah terdampak bencana lainnya, yaitu Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah. Proses pemasangan memakan waktu sekitar satu hari, tergantung kondisi lapangan, dan melibatkan 10-12 personel dari Zipur dan Unhan.
Dengan adanya inovasi ini, diharapkan masyarakat Aceh Tamiang dapat mendapatkan akses air bersih yang lebih baik, terutama dalam situasi pasca bencana yang memerlukan penanganan cepat dan efektif.
Kapasitas dan Spesifikasi Teknis
- Tandon Air Bersih: 5.000 liter
- Tandon Air Minum: 2.000 liter (stainless)
- Daya Listrik: 3.000 watt
Inovasi ini merupakan salah satu upaya nyata dalam membantu masyarakat Aceh Tamiang untuk pulih dari dampak bencana dan memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi.
