News
Dinas Pendidikan Aceh Perbaiki 1.000 Mobiler Sekolah Pasca Banjir
1 hari yang lalu
Banjir yang melanda beberapa wilayah di Aceh tidak hanya merusak permukiman warga, tetapi juga sarana pendidikan. Sekolah-sekolah terdampak menghadapi kendala utama berupa rusaknya mobiler siswa yang menjadi penunjang kegiatan belajar mengajar (KBM).
Dalam situasi darurat ini, Dinas Pendidikan Aceh mengambil langkah cepat dan efisien dengan memperbaiki mobiler sekolah yang masih layak digunakan. Langkah ini diambil untuk mempercepat pemulihan KBM tanpa harus menunggu proses pengadaan baru yang memerlukan waktu dan biaya besar.
Langkah Cepat dan Efisien
- 1.000 unit kursi dan meja siswa yang rusak akibat banjir telah selesai direhabilitasi dan siap digunakan kembali.
- Proses rehabilitasi dilakukan dengan memanfaatkan kembali mobiler yang masih memungkinkan untuk diperbaiki.
- Langkah ini merupakan bentuk efisiensi anggaran sekaligus komitmen terhadap pengelolaan aset pendidikan yang berkelanjutan.
Dampak Positif
- Sekolah yang cepat kembali berfungsi akan membantu memulihkan semangat belajar siswa pasca bencana.
- Anak-anak Aceh berhak kembali duduk di ruang kelas, belajar dengan nyaman, dan menatap masa depan tanpa dibayangi keterbatasan sarana.
- Kebijakan ini juga mengajarkan nilai penting tentang keberlanjutan dan kepedulian terhadap aset publik.
Nilai Edukasi
- Para siswa dapat memetik pelajaran tentang ketangguhan, gotong royong, dan semangat bangkit dari bencana.
- Inisiatif ini menunjukkan bahwa dalam kondisi darurat, kehadiran negara di sektor pendidikan harus terasa cepat dan nyata.
- Pendidikan tidak boleh menunggu, dan ketika inisiatif berpihak pada anak didik, masa depan Aceh tetap punya harapan.
Dinas Pendidikan Aceh, melalui Plt Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, menyampaikan bahwa rehabilitasi dilakukan dengan memanfaatkan kembali mobiler yang masih memungkinkan untuk diperbaiki. Ia juga meninjau langsung proses rehabilitasi sarana belajar berupa mobiler siswa di sejumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Aceh Tamiang.
