News
Jadwal Kapal Roro Sabang-Banda Aceh Tetap Normal, Warga Diminta Tiba 30 Menit Sebelum Keberangkatan
12 jam yang lalu
Pelayaran kapal ferry rute Banda Aceh–Sabang beroperasi normal pada Jumat, 16 Januari 2026. Dua kapal milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), KMP Aceh Hebat 2 dan KMP BRR, melayani penyeberangan reguler dari Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, dan Pelabuhan Balohan, Sabang.
Arus penumpang terpantau stabil dengan kecenderungan peningkatan pada jadwal keberangkatan pagi dan sore hari. Selain mengangkut penumpang, kapal ferry juga berperan penting dalam menopang distribusi logistik, termasuk pengiriman bahan pokok dan kebutuhan harian masyarakat Kota Sabang.
Jadwal Pelayaran
-
Rute Banda Aceh–Sabang (Pelabuhan Ulee Lheue–Balohan)
- Pukul 08.00 WIB – KMP Aceh Hebat 2
- Pukul 14.30 WIB – KMP BRR
- Pukul 17.30 WIB – KMP Aceh Hebat 2
-
Rute Sabang–Banda Aceh (Pelabuhan Balohan–Ulee Lheue)
- Pukul 08.00 WIB – KMP BRR
- Pukul 14.30 WIB – KMP Aceh Hebat 2
- Pukul 17.30 WIB – KMP BRR
Tarif Penyeberangan
- Penumpang dewasa: Rp35.000
- Bayi usia 0–3 tahun: Rp4.200
- Sepeda motor: Rp68.000 per unit termasuk pengendara
- Mobil pribadi: Rp457.000 per unit dengan kapasitas maksimal lima orang penumpang
Pihak pelabuhan mengimbau calon penumpang agar tiba di pelabuhan minimal 30 menit sebelum jadwal keberangkatan guna memperlancar proses pembelian tiket dan naik ke kapal. Jadwal pelayaran sewaktu-waktu dapat berubah menyesuaikan kondisi cuaca dan situasi operasional pelabuhan.
Pentingnya Kapal Ferry
- Menjadi tulang punggung mobilitas warga, wisatawan, dan pelaku usaha logistik menuju Pulau Weh.
- Mendukung distribusi logistik bahan pokok dan kebutuhan harian masyarakat Kota Sabang.
- Memperkuat konektivitas antara Banda Aceh dan Sabang, mendukung perekonomian lokal.
Warga diharapkan mematuhi imbauan pihak pelabuhan untuk kelancaran dan keamanan perjalanan. Jadwal dan tarif dapat berubah sesuai kebijakan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).
Dampak Jangka Panjang
- Meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas masyarakat Aceh.
- Mendukung pertumbuhan ekonomi lokal melalui distribusi logistik yang lancar.
- Memperkuat konektivitas antar wilayah di Aceh, mendukung stabilitas sosial dan ekonomi.
