News
Polres Bireuen Bersihkan TK Pasca Banjir, Warga Gandapura Terima Bantuan
07 Januari 2026 16:37
Banjir bandang yang melanda Kabupaten Bireuen akhir November 2025 meninggalkan dampak parah, termasuk pada sarana pendidikan. Salah satu yang terdampak adalah TK Negeri Tgk Chik Makam di Gampong Samuti Aman, Kecamatan Gandapura. Untuk membantu pemulihan, Polres Bireuen menggelar aksi gotong royong membersihkan lumpur sisa banjir yang menutupi halaman dan lingkungan sekolah.
Aksi kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Bireuen, AKBP Tuschad Cipta Herdani, dan diikuti oleh ratusan aparat penegak hukum. Mereka bahu-membahu membersihkan lumpur yang mencapai ketebalan 30 sentimeter di dalam ruangan sekolah. Kehadiran Polri diharapkan dapat mempercepat pemulihan aktivitas belajar mengajar anak-anak di wilayah tersebut.
Dampak Banjir di Gandapura
- 70 unit rumah mengalami rusak berat dan ratusan lainnya rusak ringan.
- Ketinggian air dan lumpur bervariasi antara 10 sentimeter hingga lebih dari satu meter.
- TK Negeri Tgk Chik Makam, yang baru saja dinegerikan, terendam air setinggi satu meter.
Respons Masyarakat dan Polri
- Para guru dan wali murid telah berupaya membersihkan lumpur, namun masih membutuhkan tenaga besar untuk penanganan maksimal.
- Keuchik Gampong Samuti Aman, Muhammad Wali Alkhalidi, menyatakan kebutuhan akan alat berat seperti mini ekskavator untuk membersihkan jalan dan lorong-lorong gampong.
- Polres Bireuen menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi darurat pascabencana.
Dengan adanya bantuan dari Polri dan pemerintah kabupaten, diharapkan pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat dan efektif. Masyarakat setempat pun menunjukkan apresiasi tinggi terhadap upaya yang dilakukan oleh aparat penegak hukum dan pemerintah daerah.
Kepala TK Negeri Tgk Chik Makam, Fatimah SPd, menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan. "Kami sangat berterima kasih kepada Polres Bireuen yang telah mengerahkan anggotanya untuk membantu membersihkan sekolah kami dari lumpur sisa banjir," ungkapnya. Dengan semangat gotong royong, diharapkan sekolah dapat segera kembali beroperasi normal dan anak-anak dapat melanjutkan aktivitas belajar mengajar mereka.
