News
Puskesmas Simpang Mamplam Bersihkan Pustu Peusangan dari Lumpur Banjir
02 Januari 2026 08:00
Lumpur tebal pascabanjir masih menghantui fasilitas kesehatan di Peusangan, Bireuen. Jajaran Puskesmas Simpang Mamplam turun langsung membersihkan Pustu Pante Baro Gle Siblah yang lumpuh total akibat endapan lumpur. Pelayanan medis terhenti karena lumpur menutupi ruang pemeriksaan dan peralatan medis.
Kepala UPTD Puskesmas Simpang Mamplam, Suryani SKM, menjelaskan bahwa lumpur dengan ketebalan bervariasi tidak hanya menutupi halaman, tetapi juga masuk ke dalam gedung. Minimnya bantuan relawan dan alat berat membuat tenaga kesehatan harus bekerja secara mandiri menggunakan peralatan seadanya.
Kondisi Pustu Pante Baro Gle Siblah
- Lumpur tebal menutupi halaman, ruang pemeriksaan, dan tempat penyimpanan peralatan medis.
- Pelayanan medis lumpuh total akibat endapan lumpur.
- Tenaga kesehatan bahu-membahu membersihkan lumpur secara manual.
Harapan Warga dan Tenaga Kesehatan
- Pemerintah Kabupaten Bireuen diharapkan segera mengerahkan armada pemadam kebakaran atau alat berat untuk mempercepat pembersihan.
- Kondisi serupa juga terjadi di Gampong Gle Siblah, Peusangan Siblah Krueng, yang masih terkurung material lumpur tebal.
- Aktivitas masyarakat lumpuh, dan dikhawatirkan memperburuk kesehatan warga jika tidak segera ditangani.
Dampak Jangka Panjang
- Kesehatan warga terancam jika pelayanan medis tidak segera normal.
- Aktivitas masyarakat terhambat akibat lumpur yang menutupi akses jalan dan fasilitas publik.
- Keterbatasan tenaga dan alat membuat pembersihan berjalan lambat dan memerlukan bantuan dari pemerintah daerah.
Dengan kondisi yang masih memprihatinkan, upaya pembersihan dan pemulihan fasilitas kesehatan di Peusangan perlu segera dilakukan untuk mengembalikan pelayanan medis yang vital bagi masyarakat setempat.
Warga dan tenaga kesehatan terus berharap adanya intervensi cepat dari pemerintah untuk mengatasi masalah ini dan mencegah dampak yang lebih buruk bagi kesehatan dan kehidupan masyarakat Aceh.
Catatan: Kondisi ini terjadi di Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Aceh, yang masih berjuang memulihkan diri pascabanjir.
