News
Warga Alue Limeng Bireuen Butuh Hunian dan Jembatan Jelang Puasa
06 Januari 2026 20:28
Banjir bandang yang melanda Desa Alue Limeng, Kecamatan Jeumpa, Bireuen, telah menghancurkan 47 unit rumah dan merusak jembatan rangka baja Sarah Sirong. Warga yang mayoritas berpenghasilan dari sektor pertanian kini terpaksa mengungsi ke meunasah dan lokasi lainnya. Keuchik Alue Limeng, Syukri AR, menyatakan bahwa kebutuhan utama masyarakat adalah hunian sementara dan pembangunan akses jalan serta jembatan alternatif.
Kondisi pemukiman warga yang hancur dan berubah menjadi aliran Krueng Peusangan membuat aktivitas ekonomi terhambat. Jembatan yang rusak parah membuat mobilisasi hasil bumi seperti kelapa dan pinang menjadi sangat sulit. Warga berharap pihak terkait segera membangun jembatan darurat atau memasang jembatan bailey sebagai solusi sementara.
Dampak Banjir Bandang
- 47 unit rumah hancur dan belasan rumah lainnya terancam ambruk.
- Jembatan rangka baja Sarah Sirong rusak parah dan tidak bisa dilintasi kendaraan roda empat.
- Aktivitas ekonomi terhambat karena sulitnya mobilisasi hasil bumi.
Kebutuhan Mendesak
- Hunian sementara (Huntara) atau hunian tetap (Huntap) untuk warga yang mengungsi.
- Jembatan darurat atau jembatan bailey untuk kelancaran aktivitas ekonomi.
- Pembangunan akses jalan untuk memudahkan mobilitas warga.
Warga berharap agar pembangunan hunian dan jembatan dapat segera dilakukan, terutama menjelang bulan puasa. Dengan adanya hunian sementara, warga dapat menjalankan ibadah puasa dan merayakan Idul Fitri dengan nyaman sambil menunggu pembangunan rumah permanen. Selain itu, jembatan darurat diharapkan dapat memulihkan aktivitas ekonomi yang terhambat akibat banjir bandang.
Harapan Warga
- Pemulihan infrastruktur yang cepat untuk mendukung aktivitas ekonomi.
- Bantuan dari pemerintah untuk pembangunan hunian dan jembatan.
- Kelancaran mobilitas untuk memudahkan distribusi hasil bumi.
Dengan adanya bantuan dan pembangunan infrastruktur yang cepat, diharapkan warga Desa Alue Limeng dapat segera kembali ke kehidupan normal dan menjalankan aktivitas ekonomi dengan lancar.
