News
Jalur Simpang KKA–Bener Meriah Dipercepat Jelang Ramadan untuk Kelancaran Logistik
07 Januari 2026 23:05
Menjelang bulan suci Ramadan, Satuan Tugas Galapana DPR RI bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) berfokus pada percepatan penyelesaian jalur logistik Simpang KKA–Bener Meriah serta pemulihan infrastruktur jalan dan jembatan terdampak bencana di sejumlah kecamatan di Kabupaten Aceh Utara. Pembahasan ini dilakukan dalam rapat koordinasi di Posko Satgas Galapana DPR RI, Rabu, 7 Januari 2026, dengan tujuan utama memastikan kelancaran mobilitas masyarakat dan arus logistik menjelang Ramadan.
Anggota Satgas Galapana DPR RI, TA Khalid, menyatakan bahwa sejumlah infrastruktur prioritas yang perlu segera ditangani meliputi akses jalan Simpang KKA–Bener Meriah, Jembatan Sawang, Jalan Riseh Teungoh, Jembatan Rambong Patong, serta Jembatan Gantung Cot Calang II di Kecamatan Sawang. Selain rehabilitasi dan rekonstruksi jalan serta jembatan, koordinasi juga mencakup percepatan pembersihan jalan-jalan lingkungan di seluruh wilayah Kabupaten Aceh Utara yang terdampak bencana.
Fokus Utama Pembahasan
- Percepatan penanganan tanggap darurat bencana
- Rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur di wilayah terisolasi
- Pembersihan jalan-jalan lingkungan di Aceh Utara
Tujuan Koordinasi
- Memastikan kelancaran mobilitas masyarakat
- Menjaga stabilitas ekonomi daerah menjelang Ramadan
- Mengembalikan akses normal bagi masyarakat Aceh Utara
TA Khalid menekankan bahwa koordinasi ini penting agar masyarakat dapat menyambut Ramadan dengan aman dan nyaman. "Kami ingin masyarakat Aceh Utara dapat menyambut Ramadan dengan aman dan nyaman," kata TA Khalid. Koordinasi ini diharapkan dapat mempercepat penanganan tanggap darurat sekaligus mendorong percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur di wilayah-wilayah yang masih terisolasi.
Dampak Jangka Panjang
- Meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas masyarakat
- Mendukung stabilitas ekonomi daerah
- Memperkuat infrastruktur pasca-bencana
Dengan percepatan pemulihan infrastruktur ini, diharapkan masyarakat Aceh Utara dapat menjalani bulan suci Ramadan dengan lebih tenang dan nyaman, serta mendukung pemulihan ekonomi pasca-bencana.
