News
Jalan Alternatif Wih Porak Rusak, Warga Gayo Terancam Terisolasi
3 jam yang lalu
Lima bulan setelah banjir bandang melanda Kecamatan Pintu Rime Gayo, akses vital penghubung Bireuen–Takengon masih terputus. Jembatan Enang–Enang yang rusak belum kunjung diperbaiki, memaksa warga menggunakan jalan alternatif Wih Porak yang sempit, rusak, dan rawan putus. Dalam dua hari terakhir, jalur tersebut bahkan sempat lumpuh total akibat luapan Sungai Wih Porak, menyebabkan antrean kendaraan panjang dan mengganggu aktivitas ekonomi.
Wakil Ketua III Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Salihin, mendesak Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Aceh untuk segera memperbaiki jalan alternatif Wih Porak. Ia menilai perbaikan jalan ini sebagai solusi tercepat untuk membuka kembali akses masyarakat Bireuen–Takengon, mengingat pembangunan jembatan Enang–Enang membutuhkan waktu dan anggaran yang besar.
Dampak Terhadap Masyarakat
- Akses vital penghubung Bireuen–Takengon terputus, mengganggu mobilitas warga dan distribusi barang.
- Jalan alternatif Wih Porak rusak dan rawan putus, semakin memperburuk kondisi.
- Aktivitas ekonomi tersendat akibat antrean kendaraan panjang dan jalan yang tidak layak.
- Warga Gayo berharap solusi cepat dari pemerintah untuk menghindari isolasi.
Upaya Pemerintah
- DPRA mendesak BPJN Aceh untuk segera memperbaiki jalan alternatif Wih Porak.
- Salihin mengusulkan agar ruas Wih Porak dinaikkan statusnya menjadi jalan nasional untuk mempercepat penanganan.
- Pemerintah daerah diminta mengalokasikan anggaran melalui skema Transfer ke Daerah (TKD) untuk perbaikan jalan KKA.
Tantangan Jangka Panjang
- Jalan KKA juga memerlukan perhatian serius dari pemerintah provinsi.
- Distribusi barang dan mobilitas warga akan terus terganggu tanpa akses yang layak.
- Stabilitas ekonomi dan sosial di tiga kabupaten Dataran Tinggi Gayo (Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues) terancam.
