News
Jembatan Gantung Garuda Hubungkan Warga Seunong dan Blang Awe di Pidie Jaya
6 hari yang lalu
Pagi itu, aliran sungai yang selama bertahun-tahun menjadi batas kehidupan, kini tak lagi menakutkan. Di atasnya, Jembatan Gantung Garuda terbentang tenang, menghubungkan Gampong Seunong dan Blang Awe di Pidie Jaya. Warga melangkah perlahan, seolah ingin memastikan bahwa harapan yang selama ini dinanti benar-benar telah tiba.
Bagi warga dua gampong ini, sungai bukan hanya bentang alam, tetapi juga cerita panjang tentang keterbatasan. Saat hujan turun dan air meninggi, aktivitas terhenti. Anak-anak menunda ke sekolah, petani mengurungkan niat membawa hasil panen, bahkan akses menuju layanan kesehatan kerap menjadi pertaruhan.
Dampak Jembatan Gantung Garuda
- Jembatan ini bukan sekadar bangunan fisik, tetapi akses hidup masyarakat, seperti yang diungkapkan oleh Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi MA.
- Anak-anak kini dapat melangkah dengan lebih berani di atas papan jembatan, sebagian menggenggam tangan orang tuanya.
- Para petani tidak lagi menunggu air surut untuk mengangkut hasil panen.
- Pedagang kecil melihat jembatan ini sebagai pintu baru menuju penghidupan yang lebih pasti.
Program Sosial Ekspedisi 1.000 Jembatan Gantung
Jembatan Gantung Garuda merupakan bagian dari Program Sosial Ekspedisi 1.000 Jembatan Gantung untuk Indonesia, yang menyasar wilayah dengan tingkat keterisolasian dan risiko keselamatan tinggi. Bagi warga Seunong dan Blang Awe, program tersebut kini berwujud jalan aman menuju sekolah, pasar, ladang, serta fasilitas kesehatan.
Dukungan Pemangku Kepentingan
Peninjauan jembatan oleh Bupati Pidie Jaya bersama Dandim 0102/Pidie dan Kapolres Pidie Jaya dihadiri unsur Forkopimda, Muspika, keuchik, tokoh masyarakat, aparatur gampong, serta warga setempat. Kehadiran para pemangku kepentingan bukan sekadar seremoni, melainkan memastikan jembatan benar-benar aman, kokoh, dan memberi manfaat nyata.
Simbol Terhubungnya Kehidupan Sosial
Lebih dari sekadar infrastruktur, Jembatan Gantung Garuda menjadi simbol terhubungnya kembali kehidupan sosial dua gampong yang lama terpisah oleh kondisi alam. Di atas bentangan baja itu, warga menata ulang langkah menuju hari esok yang lebih aman, lebih dekat, dan lebih manusiawi.
