News
Jembatan Natam Putus, Warga Aceh Tenggara Bangun Akses Darurat
5 hari yang lalu
Jembatan rangka baja Natam yang menghubungkan Kecamatan Badar dan Kecamatan Darul Hasanah di Aceh Tenggara putus total akibat banjir besar. Kejadian ini mengisolasi puluhan kute (desa) di dua kecamatan tersebut, memaksa warga dan pelajar menempuh jarak puluhan kilometer melalui jalur alternatif.
Pasca putusnya jembatan, warga Kecamatan Darul Hasanah bergotong royong membangun jembatan darurat agar aktivitas masyarakat tetap bisa berjalan meski bersifat sementara. Namun, jembatan darurat tersebut sempat tergerus arus sebelum digunakan, sehingga warga kembali membangun akses darurat.
Dampak Putusnya Jembatan Natam
- Isolasi Desa: Puluhan kute di Kecamatan Badar dan Darul Hasanah terisolasi, mempersulit mobilitas warga.
- Kesulitan Pelajar: Anak-anak sekolah dan guru harus menempuh jarak jauh melalui Jembatan Gantung Lawe Pinis dan Jembatan Mbarung.
- Dampak Ekonomi: Para petani kesulitan membawa hasil pertanian ke perkotaan karena jarak tempuh yang jauh.
- Gotong Royong: Warga membangun jembatan darurat secara swadaya untuk memudahkan aktivitas sehari-hari.
Harapan Warga
Warga berharap pemerintah daerah bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) segera membangun kembali jembatan Natam secara permanen. Mereka juga meminta pembangunan tanggul pengaman Sungai Alas agar kejadian serupa tidak terulang. Upaya gotong royong warga diharapkan menjadi perhatian serius pemerintah untuk mempercepat pembangunan jembatan permanen dan memulihkan aktivitas masyarakat, pendidikan, serta perekonomian di wilayah tersebut.
Dengan adanya jembatan permanen dan tanggul pengaman, diharapkan mobilitas warga, khususnya pelajar dan petani, dapat kembali berjalan normal dan aktivitas ekonomi masyarakat dapat pulih dengan cepat.
Jembatan Natam Putus, Warga Aceh Tenggara Bangun Akses Darurat
Jembatan Natam yang putus akibat banjir besar di Aceh Tenggara mengisolasi puluhan desa di Kecamatan Badar dan Darul Hasanah. Warga bergotong royong membangun jembatan darurat untuk memudahkan mobilitas dan aktivitas ekonomi. Dampaknya dirasakan oleh pelajar, petani, dan masyarakat lokal. Pemerintah diharapkan segera membangun jembatan permanen dan tanggul pengaman untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.
