Timeline Aceh
ajnn.net
ajnn.net

Warga Aceh Tamiang Terpaksa Gunakan Perahu Motor Setelah Jembatan Putus

7 jam yang lalu

Banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang pada 26 November 2025 menyebabkan jembatan di perbatasan Kecamatan Sekerak dengan Kecamatan Bandar Pusaka putus. Akibatnya, warga terpaksa menggunakan perahu motor untuk menyeberang Sungai Tamiang. Hal ini mengganggu aktivitas perekonomian dan transportasi masyarakat setempat.

Warga mengantre untuk menyeberang dengan perahu, sementara beberapa di antaranya membawa barang-barang kebutuhan sehari-hari. Biaya penyeberangan menggunakan perahu motor dikenakan Rp 15.000 per sekali melintas. Perahu yang beroperasi sejak sepekan bencana tersebut mulai beraktivitas mulai pukul 08.00 sampai pukul 20.00 WIB.

Dampak Jembatan Putus

  • Warga terpaksa menggunakan perahu motor untuk menyeberang Sungai Tamiang.
  • Aktivitas perekonomian dan transportasi masyarakat setempat terganggu.
  • Warga mengantre untuk menyeberang dengan perahu, sementara beberapa di antaranya membawa barang-barang kebutuhan sehari-hari.
  • Biaya penyeberangan menggunakan perahu motor dikenakan Rp 15.000 per sekali melintas.

Harapan Warga

Warga berharap agar akses transportasi dapat segera pulih untuk memudahkan mobilitas mereka. Hal ini penting untuk mendukung aktivitas perekonomian dan transportasi masyarakat setempat yang terdampak oleh banjir bandang.

Waktu Operasional Perahu

Perahu yang beroperasi sejak sepekan bencana tersebut mulai beraktivitas mulai pukul 08.00 sampai pukul 20.00 WIB. Warga dapat menggunakan jasa penyeberangan ini untuk memudahkan mobilitas mereka sementara menunggu pemulihan jembatan yang putus.

Dampak Jangka Panjang

Putusnya jembatan ini tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari warga, tetapi juga berdampak pada perekonomian lokal. Warga berharap agar pemulihan jembatan dapat segera dilakukan untuk mengembalikan aktivitas normal dan mendukung perekonomian masyarakat Aceh Tamiang.

Kesimpulan

Banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang menyebabkan jembatan putus, mengganggu aktivitas perekonomian dan transportasi masyarakat setempat. Warga terpaksa menggunakan perahu motor untuk menyeberang Sungai Tamiang dengan biaya Rp 15.000 per sekali melintas. Warga berharap agar akses transportasi dapat segera pulih untuk memudahkan mobilitas mereka dan mendukung perekonomian lokal.

Warga Aceh Tamiang Terpaksa Gunakan Perahu Motor Setelah Jembatan Putus