News
Banjir Luapan Jeunieb Rendam Permukiman Warga Bireuen Keempat Kali
06 Januari 2026 14:54
Banjir luapan kembali melanda permukiman warga di Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen. Banjir ini merupakan yang keempat kalinya sejak November 2025 dan disebabkan oleh meluapnya Krueng Jeunieb akibat hujan deras di wilayah pegunungan. Gampong Meunasah Tambo dan Meunasah Keutapang merupakan daerah yang paling terdampak.
Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Ranting Jeunieb, Irwandi, menyatakan bahwa banjir berawal dari meluapnya air irigasi di Gampong Blang Poroh. Ia berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen segera melakukan langkah penanganan, terutama normalisasi aliran sungai yang kini semakin dangkal akibat sedimentasi.
Dampak Banjir
- Banjir luapan telah terjadi empat kali sejak November 2025.
- Warga Gampong Meunasah Tambo dan Meunasah Keutapang mengalami kerugian material dan gangguan aktivitas sehari-hari.
- Kondisi jembatan beton di jalan utama Gampong Meunasah Tambo dinilai terlalu rendah, sehingga sering tersangkut sampah dan kayu hanyut, memperburuk banjir.
Harapan Warga
- Warga berharap Pemkab Bireuen segera menormalisasi sepanjang aliran Krueng Jeunieb.
- Peninggian tanggul sungai dan pembangunan jembatan baru yang lebih tinggi diharapkan dapat mencegah banjir berulang.
- Langkah-langkah ini diharapkan dapat mengurangi dampak banjir dan meningkatkan keamanan serta kenyamanan warga setempat.
Kondisi Terkini
- Banjir mulai surut pada Selasa (6/1/2026) pagi.
- Warga terus berkoordinasi dengan PMI dan pemerintah setempat untuk penanganan lebih lanjut.
- Pemkab Bireuen diharapkan segera merespons permintaan warga untuk normalisasi sungai dan peninggian tanggul.
Dengan adanya banjir berulang ini, warga berharap pemerintah dapat mengambil tindakan preventif untuk mengurangi risiko banjir di masa depan dan melindungi permukiman warga dari dampak banjir yang merugikan.
Langkah Preventif
- Normalisasi sungai dan peninggian tanggul diharapkan dapat mengurangi risiko banjir.
- Pembangunan jembatan baru yang lebih tinggi diharapkan dapat melancarkan aliran air dan sampah ke laut.
- Koordinasi antara warga, PMI, dan pemerintah setempat diperlukan untuk penanganan banjir yang efektif.
