News
Jusuf Kalla Ungkap Peran Kunci Mualem dalam Perdamaian Aceh 2005
2 hari yang lalu
Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengungkap peran penting Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) dalam proses perdamaian Aceh pada 2005. Menurutnya, Mualem adalah kunci utama karena mengendalikan senjata di lapangan, sehingga perdamaian tidak akan tercapai tanpa persetujuannya.
Pengakuan ini disampaikan saat penyerahan bantuan kemanusiaan dari Palang Merah Indonesia (PMI) kepada Pemerintah Aceh di Aceh Utara, Senin (12/1/2026). Jusuf Kalla menyebut komunikasi intens dengan Mualem dan ibundanya menjadi faktor penentu berakhirnya konflik bersenjata di Aceh.
Peran Mualem dalam Perdamaian Aceh
- Jusuf Kalla menyebut Mualem sebagai pemimpin yang kuat dan disiplin, yang sangat memengaruhi keputusan perdamaian.
- Komunikasi dengan Mualem berlangsung lama dan penuh ketegangan, termasuk melibatkan ibundanya untuk membangun kesepahaman.
- "Kalau Mualem tak mau, senjata tetap meletus," ujar Jusuf Kalla, menegaskan pentingnya peran Mualem.
Bantuan Kemanusiaan dari PMI
- Bantuan meliputi logistik pangan, alat berat, dan perlengkapan kebersihan untuk pemulihan pasca-bencana.
- Beras, mie instan, air mineral, dan paket makanan disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak.
- Bantuan dikirim melalui Kapal Kemanusiaan PMI Kalla Lines II dan didistribusikan secara bertahap.
Komitmen Perdamaian Aceh
- Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) mengapresiasi peran Jusuf Kalla dalam perdamaian Aceh.
- "Pak Jusuf Kalla wajar disebut sebagai bapak pencetus perdamaian Aceh," ujar Mualem.
- Ia berharap komitmen perdamaian tetap terjaga untuk kemajuan masyarakat Aceh.
Bantuan kemanusiaan ini menjadi bukti nyata solidaritas nasional dalam mendukung pemulihan Aceh pasca-bencana dan menjaga perdamaian yang telah berlangsung hampir 20 tahun.
Dampak Jangka Panjang
- Perdamaian Aceh telah berlangsung sejak 2005 dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat.
- Bantuan PMI diharapkan dapat mempercepat pemulihan dan rehabilitasi pasca-bencana di Aceh.
- Komitmen semua pihak diperlukan untuk menjaga stabilitas dan keamanan di Aceh.
