Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Dua Kapal Pertamina Tertahan di Selat Hormuz, DPR Desak Prabowo Turun Tangan

2 jam yang lalu

Dua kapal milik Pertamina, PIS VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro, masih tertahan di Selat Hormuz akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Pemerintah Indonesia bersama Iran terus bernegosiasi untuk memenuhi syarat teknis dan operasional agar kapal dapat melintas.

Anggota DPR, Syafruddin, mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk turun tangan secara diplomatik. Menurutnya, pendekatan di level menteri belum cukup untuk menyelesaikan persoalan strategis ini.

Syarat Ketat dari Iran

  • Kapal harus menyatakan penolakan terhadap agresi Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
  • Tidak terlibat dalam serangan terhadap Iran.

Dampak dan Posisi Indonesia

  • Indonesia berada dalam posisi dilematis antara kepentingan nasional dan hubungan internasional.
  • Kebijakan Iran berpotensi memperuncing ketegangan global, terutama di bawah kepemimpinan Donald Trump.
  • Indonesia termasuk dalam kategori "non-hostile states" bersama Rusia, China, India, dan Malaysia.

Harapan dan Proses Berikutnya

  • Sinyal positif dari Iran memberi harapan bahwa kedua kapal Pertamina dapat segera melanjutkan perjalanan.
  • Pemerintah Indonesia terus mengintensifkan diplomasi agar kepentingan nasional tetap terjaga tanpa harus terjebak dalam konflik geopolitik yang lebih luas.
Dua Kapal Pertamina Tertahan di Selat Hormuz, DPR Desak Prabowo Turun Tangan