KembaliBerita

Banda Aceh Terus Terpuruk: Jalan Berlobang, Pedestrian Kumuh, dan Kemacetan Tak Teratasi

Ditulis oleh

ajnn.net

Tanggal

20 April 2026
Banda Aceh Terus Terpuruk: Jalan Berlobang, Pedestrian Kumuh, dan Kemacetan Tak Teratasi

Kondisi infrastruktur di Banda Aceh masih memprihatinkan meski telah dipimpin oleh beberapa wali kota. Jalan berlobang, pedestrian kumuh, dan kemacetan menjadi masalah utama yang belum terselesaikan. Pemerintah kota dinilai kurang serius dalam menangani permasalahan ini. Warga dan wisatawan merasa tidak nyaman dengan kondisi kota yang seharusnya menjadi pusat pariwisata.

Banda Aceh, yang seharusnya menjadi kota yang nyaman dan menarik bagi wisatawan, masih menghadapi berbagai masalah infrastruktur. Jalan-jalan di banyak kawasan masih berlobang, bahkan di kawasan-kawasan ramai. Perbaikan yang dilakukan hanya bersifat sementara dan tidak menyelesaikan masalah secara menyeluruh.

Masalah Infrastruktur di Banda Aceh

  • Jalan Berlobang: Jalan-jalan di banyak kawasan masih berlobang, termasuk di kawasan-kawasan ramai. Perbaikan yang dilakukan hanya bersifat sementara dan tidak menyelesaikan masalah secara menyeluruh.
  • Pedestrian Kumuh: Pedestrian di tengah kota terlihat kumuh dan buruk. Penerangan jalan minim dan kondisi pedestrian yang tidak layak membuat wisatawan enggan berjalan kaki mengelilingi pusat kota.
  • Kemacetan: Kemacetan menjadi masalah utama di Banda Aceh. Pengaturan parkir yang tidak becus dan warung-warung kopi yang memakan badan jalan memperparah kondisi lalu lintas.
  • Kawasan Perdagangan Kumuh: Kawasan-kawasan yang seharusnya menjadi pusat perdagangan, seperti Jalan Mohd Hasan dan Jalan Teuku Nyak Arief, terlihat kumuh dan buram. Penerangan jalan minim dan pedestrian yang tidak layak membuat kawasan ini kurang menarik bagi pengunjung.

Harapan untuk Banda Aceh

Warga Banda Aceh berharap pemerintah kota dapat lebih serius dalam menangani masalah infrastruktur. Pemimpin kota dan anggota dewan kota perlu lebih banyak berjalan kaki untuk menelusuri jalan-jalan di kota ini, pada siang dan malam hari. Dengan demikian, mereka dapat melihat langsung kondisi parit, pedestrian, lampu jalan, dan kondisi jalan di seluruh kota.

Menjelang usia ke-821 tahun, Banda Aceh seharusnya menjadi kota yang benar-benar nyaman. Pemerintah kota perlu memiliki visi dan misi jelas dan benar-benar bekerja untuk rakyat dan pengembangan kota tua ini. Illiza Sa’aduddin Djamal, wali kota terpilih, perlu meniru semangat Mawardi Nurdin dalam membangun kota ini.

#Aceh#Berita#Sosial
Bagikan

Baca Sumber Asli

Ingin memverifikasi informasi lebih lanjut?

Kunjungi Website