Kembalipolitik

Warga Aceh khawatir, minta evaluasi sistem daycare setelah kasus kekerasan

Penulis

ajnn.net

Tanggal

01 Mei 2026

Warga Aceh khawatir, minta evaluasi sistem daycare setelah kasus kekerasan

Seperti yang dilansir, video viral yang menunjukkan tindakan kekerasan terhadap balita di sebuah daycare di Banda Aceh telah memicu gelombang khawatir di kalangan orang tua dan aktivis child protection. Flower Aceh, melalui Direktur Eksekutifnya Riswati, menegaskan kecaman terhadap kejadian tersebut dan meminta tindakan cepat.

Pada Jumat, 1 Mei 2026, Riswati menyampaikan desakan evaluasi total terhadap sistem daycare di Aceh, mulai dari proses perizinan, standar operasional prosedur, hingga mekanisme pengaduan yang aman, rahasia, dan mudah diakses oleh orang tua. Ia juga menekankan pentingnya profesionalisasi pengasuh melalui pelatihan berbasis perlindungan anak dan penyediaan layanan pendampingan psikososial jangka panjang untuk korban.

Langkah yang Disarankan Flower Aceh

  • Evaluasi total izin operasi daycare di seluruh Aceh.
  • Penyempurnaan standar operasional berdasarkan perlindungan anak.
  • Pembentukan mekanisme pengaduan yang aman, rahasia, dan mudah diakses oleh orang tua.
  • Pelatihan wajib bagi tenaga pengasuh tentang hak anak dan asuhan tanpa kekerasan.
  • Penyediaan layanan pendampingan psikososial jangka panjang untuk korban.
  • Peningkatan kerja sama antara Pemerintah Aceh, komunitas, dan lembaga swadaya dalam pengawasan daycare.
Verifikasi Konten

Baca Artikel di Sumber Asli

Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.

Kunjungi Website

Diskusi Hangat

0 Kontribusi Komunitas

Suara Anda Sangat Berarti

Jadilah pionir dalam diskusi ini.