Kembalipendidikan

Warga Aceh Utara Khawatir Tetapi Tenang Menerima DTH","PublicImpact":80,"Credibility":90,"Urgency":70,"Evidence":85,"LongTermValue":60,"Education":55,"FinalScore":78,"Summary":"Pemerintah Aceh Utara멤방

Penulis

aceh.antaranews.com

Tanggal

30 Apr 2026

Warga Aceh Utara Khawatir Tetapi Tenang Menerima DTH","PublicImpact":80,"Credibility":90,"Urgency":70,"Evidence":85,"LongTermValue":60,"Education":55,"FinalScore":78,"Summary":"Pemerintah Aceh Utara멤방

Pemerintah Kabupaten Aceh Utara telah menyalurkan dana tunggu hunian (DTH) kepada 1.620 Kepala Keluarga (KK) yang menjadi korban banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah akhir November 2025. Bantuan tersebut diberikan sebagai bantuan sementara guna menunjang kebutuhan hunian sementara saat menunggu pembangunan hunian tetap.

Setiap penerima menerima Rp1,8 juta yang setara dengan Rp600 ribu per bulan selama tiga bulan, dengan total alokasi sebesar Rp2,9 miliar untuk 14 kecamatan yang terdampak. Pencairan dilakukan langsung ke rekening nasabah melalui Bank Syariah Indonesia (BSI) setelah penyerahan simbolis oleh Bupati Ismail A Jalil.

Mekanisme dan Opsi Bantuan

  • Total anggaran DTH untuk penyaluran ke 1.620 KK adalah Rp2,9 miliar.
  • Masing‑masing KK menerima Rp1,8 juta untuk tiga bulan (Rp600 ribu/bulan).
  • Proses pencairan dilakukan lewat transfer ke rekening BSI masing‑masing penerima.
  • Penerima diberi dua opsi: tempat hunian sementara (Huntara) atau sewa rumah dengan DTH sebagainya.
  • Penyaluran telah selesai untuk 14 kecamatan; kecamatan lain masih dalam proses usulan untuk tahap selanjutnya.
  • Banjir bandang dan tanah longsor akhir November 2025 telah mengakibatkan dampak ke 696 gampong/desa di 25 kecamatan Kabupaten Aceh Utara.
Verifikasi Konten

Baca Artikel di Sumber Asli

Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.

Kunjungi Website

Diskusi Hangat

0 Kontribusi Komunitas

Suara Anda Sangat Berarti

Jadilah pionir dalam diskusi ini.